Danone Indonesia Perkuat Edukasi Isi Piringku di Yogyakarta

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJogja.com – Indonesia masih menghadapi permasalahan gizi anak yang dapat berdampak serius terhadap kualitas sumber daya manusia bangsa di masa depan. Selain stunting yang dialami 30,8 persen anak-anak, mereka juga tidak mengonsumsi buah dan sayur yang cukup. Hanya 10 persen anak yang mengonsumsinya dengan cukup. Jurnal Nutrisi Eropa 2018 menemukan bahwa satu dari lima anak Indonesia tidak cukup minum air.

Di DIY, angka stunting 19,8% pada 2020. Meski lebih baik dari angka nasional yang mencapai 27 persen, angka tersebut masih di bawah angka WHO. Tapi WHO menetapkan angka melebihi 20 persen termasuk situasi yang perlu ditangani.

Hal tersebut terungkap dalam peluncuran Program Isi Piringku Berbasis Nilai Budaya Luhur di Yogya secara virtual yang digelar Danone Indonesia bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga DIY dan Yayasan Pendidikan Integral Satu Bumi (One Earth), Kamis (2/8). Program ini bertujuan memberikan pengetahuan kepada seluruh guru PAUD di Yogyakarta akan pentingnya porsi asupan gizi yang tepat untuk anak usia 4-6 tahun melalui panduan Isi Piringku.

GKR Bendara, Penghageng KHP Nitya Budaya Keraton Yogyakarta menyampaikan bahwa untuk mencegah stunting perlu kerjasama semua pihak. “Kita perlu menggali nilai budaya adiluhur dan mengemasnya kembali sebagai materi edukasi melalui PAUD sebagai lapisan paling mendasar untuk mencegah stunting. Anak-anak kita adalah Generasi Emas yang kelak akan menjadi pondasi negara, ” jelas GKR Bendara.

BERITA REKOMENDASI