Daya Beli Petani DIY Naik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Nilai Tukar Petani (NTP) atau tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan pada Juli 2019, mencapai angka 105,64 atau mengalami kenaikan sebesar 1,10 persen dibanding indeks bulan sebelumnya yang tercatat 104,49. Kenaikan indeks NTP yang tercatat pada Juli 2019 terjadi pada 4 subsektor, yaitu NTP Subsektor Tanaman Pangan tercatat sebesar 107,97, NTP Subsektor Hortikultura 104,86, NTP Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat 123,29, NTP Subsektor Peternakan 93,25 dan NTP Subsektor Perikanan 104,13. Sedangkan subsektor tanaman pangan turun sebesar 0,24 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Johanes De Britto Priyono MSc mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan harga di wilayah DIY, NTP DIY mengalami kenaikan indeks sebesar 1,10 persen pada Juli 2019 dibanding NTP Juni yaitu dari 104,49 menjadi 105,64. Kenaikan NTP Juli 2019 ini disebabkan kenaikan indeks harga produk pertanian yang diterima petani sebesar 1,78 persen lebih tinggi dibanding indeks harga barang dan jasa yang dibayar petani yang juga naik sebesar 0,68 persen.

"Kenaikan indeks NTP gabungan pada bulan ini disebabkan naiknya subsektor hortikultura sebesar 0,83 persen, tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,62 persen, subsektor peternakan sebesar 1,74 persen, dan subsektor perikanan sebesar 1,10 persen. Sedangkan subsektor tanaman pangan mengalami penurunan sebesar 0,24 persen," tutur JB Priyono di Yogyakarta.

Disampaikan, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) DIY pada Juli 2019 sebesar 116,25 persen atau naik sebesar 1,53 persen dibanding Juni sebesar 114,49. Semua subsektor mengalami kenaikan yaitu subsektor tanaman pangan sebesar 0,68 persen, subsektor hortikultura sebesar 1,12 persen, subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 2,80 persen, subsektor peternakan sebesar 1,97 persen, dan subsektor perikanan sebesar 1,32 persen.

"Indeks Harga Konsumen (IHK) pedesaan di DIY pada Juli 2019 secara umum mencapai 141,86 atau mengalami inflasi sebesar 0,81 persen dibanding IHK pada bulan sebelumnya yang tercatat 140,- 73. Kenaikan IHK bulan ini dipengaruhi oleh naiknya indeks pada kelompok bahan makanan sebesar 1,66 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,44 persen, kelompok perumahan sebesar 0,06 persen dan lain-lain," jelasnya.

Dari 33 provinsi yang dihitung angka NTPnya pada Juli 2019 terdapat 25 provinsi mengalami kenaikan, dan 8 provinsi lainnya mengalami penurunan. Kenaikan NTP tertinggi terjadi di Gorontalo sebesar 1,90 persen, sedangkan penurunan NTP terbesar terjadi di Sumatera Selatan sebesar 0,96 persen. (Ira)

BERITA REKOMENDASI