Daya ‘Lentur’ UMKM DIY, Percepat Pemulihan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang cukup terpukul dengan adanya pandemi Covid-19. Hampir selama enam bulan pelaku usaha tersebut terseok-seok bahkan mati suri. Seiring tahapan recovery, maka daya lentur yang dimiliki UMKM justru mempercepat upaya pemulihan. Hanya, keberlangsungan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penerapan protokol kesehatan (prokes).

“Sekarang ini kita sudah masuk era tatanan baru. Tidak ada kata lain untuk bisa cepat bangkit maka protokol kesehatan juga harus dijalankan. Jika itu dilanggar, ketika ada temuan kasus maka harus kembali lagi dari nol. Kita bersyukur para pelaku UKM di Yogya mampu menyadari hal itu,” ungkap Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Yogya Heroe Poerwadi, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar SKH Kedaulatan Rakyat di 101 Hotel, Jumat (30/10/2020).

FGD yang mengangkat tema UMKM Tangguh Hadapi Pandemi Covid-19 juga menghadirkan dua narasumber lain yakni ekonom Ahmad Ma’ruf SE MSi, serta Koordinator Lintas Komunitas Malioboro Suparno Sito. Diskusi tersebut dipandu oleh Redpel SKH Kedaulatan Rakyat Primaswolo Sudjono serta dapat diikuti secara virtual melalui aplikasi Zoom dan Youtube Kedaulatan Rakyat TV.

Hadir menjadi diskusi Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi yang hadir secara virtual, juga peserta lain yang hadir langsung yakni Dosen Fisipol UGM Dr Hempri Suyatna, Pembina UMKM Cahyadi, Ketua Perkumpulan Perempuan Wirausaha (Perwara) DIY Fifzika Livia, Kreator Coffe on The Bus’ Wiwik Kurniawan dan Sesepuh Paguyuban Pedagang Kuliner Pasty Movement Point (PMP), Marhanus Hastono.

BERITA REKOMENDASI