Daya Tahan Perhotelan di Yogya Tinggal 2 Bulan

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi virus Korona (Covid-19) memukul dunia pariwisita, termasuk dunia perhotelan. Tidak sedikit hotel di Yogyakarta yang tetap berusaha beroperasi demi menjaga nama Yogya sebagai daerah kunjungan wisata dengan dukungan hotel yang lengkap. Namun akibat beban biaya operasional yang tidak bisa tertutupi karena tidak ada pendapatan, menjadikan semakin berat untuk menjaga usaha perhotelan. Semakin lama daya tahannya ada batasnya.

Dalam bincang-bincang KRjogja.com dengan Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY, Deddy Pranowo Eryono, jika usaha perhotelan dibiarkan begitu saja, tanpa campur tangan pemerintah untuk membantu, maka kekuatan usaha perhotelan di DIY hanya sampai bulan Juni, atau sekitar dua bulan lagi.

Dari sekian banyak hotel yang ada di DIY, saat ini yang masih beroperasi hanya 38 hotel. Aktivitas mereka, semata-mata untuk menjaga brand Yogya tersebut.

Menurut Deddy, sudah banyak yang dilakukan dunia perhotelah di DIY untuk menjaga brand Yogya sebagai daerah kunjungan wisata. Termasuk melakukan berbagai efisiensi, hingga pengurangan dan merumahkan karyawan. Sehingga hanya sebagian saja yang bekerja.

Apa saja yang sudah dilakukan pengusaha perhotelan demi menyelamatkan usahanya, namun pada akhirnya berpulang pada keterbatasan yang dimiliki. Di mana ada beban-beban usaha lain yang tetap harus dibayarkan agar operasional hotel tetap berjalan, meski tamu hotel sangat minim.

BERITA REKOMENDASI