Deformasi Merapi Saat Ini, Perilaku Gunung Mirip 2006

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Jumat (10/7/2020) merilis deformasi yang terjadi di Gunung Merapi. Inflasi atau penggembungan yang terjadi di fase erupsi 2018-2020 ini ternyata tak sebesar fase erupsi tahun 2006 dan 2010 lalu.

BPPTKG menyatakan deformasi merupakan salah satu fase menjelang erupsi magmatik di Gunung Merapi. Perubahan bentuk gunung mendahului fase tersebut yang dapat diukur dengan Electronic Distance Measurement (EDM).

“Apabila jaraknya memendek maka terjadi penggembungan atau inflasi di tubuh gunung. Perilaku deformasi saat ini (2020) mengikuti perilaku deformasi menjelang erupsi tahun 2006, demikian juga perilaku erupsinya diperkirakan akan mengikuti tahun 2006,” ungkap Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida secara tertulis.

Deformasi sendiri diukur dari dua posisi alat yakni pos Kaliurang di selatan dan Babadan di barat laut. Pada 2006 lalu laju deformasi (inflasi) gunung mencapai 4 sentimeter perhari dengan total 130 sentimeter diukur dari pos Kaliurang. Dari pos Babadan lebih kecil yakni 0,7 sentimeter perhari dengan total perubahan 20 sentimeter saat erupsi terjadi.

Sementara letusan tahun 2010 yang terbilang sangat besar laju deformasi tercatat 10 sentimeter perhari dengan total perubahan 300 sentimeter saat erupsi (diukur dari pos Kaliurang. Di fase erupsi 2018-2020 ini pos Babadan mencatat laju deformasi harian 0,5 sentimeter diukur sejak 22 Juni hingga 9 Juli. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI