Dekatkan Generasi Muda dengan Budaya

Editor: Ivan Aditya

YOGYA (KRjogja.com) – Lembaga Pengembangan Kebudayaan Nasional, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (LPKN UST) Yogyakarta mengadakan Lomba Panembrama atau paduan suara dalam bahasa Jawa di Gedung Ki Sarino Mangunpranoto Kampus Pusat UST, Sabtu (26/11/2016). Kegiatan dalam rangka Dies Natalis ke-61 UST dan menyemarakkan Hari Pahlawan, diikuti 10 kelompok dari lembaga pendidikan Tamansiswa se-DIY mulai SMP, SMA dan perguruan tinggi.

Ketua LPKN UST Yogya Ki Sudartomo Macaryus menjelaskan setiap kelompok menyanyikan dua tembang yakni tembang wajib berjudul 'Wasito Rini' gubahan Ki Hadjar Dewantara dan tembang pilihan. Seperti Turi-turi Putih, Montor-Montor Cilik, Suwe Ora Jamu, Milang Kori, Mbangun Desa dan Cublak-cublak Suweng.

Sebagai dewan juri adalah Ki Parjoyo yang berprofesi sebagai dalang, Ki Priyo Dwiarso dari pengurus Majelis Luhur Tamansiswa dan Arya Dwi Setiawan, dosen PGSD UST. Penilaian meliputi ketepatan nada dasar, kekompakan dan penghayatan. "Jumlah personil tidak dibatasi," terang Sudartomo kepada KRjogja.com disela kegiatan. Para pemenang mendapat piala dan uang pembinaan.

Sudartomo mengatakan, lomba panembrama bertujuan mendekatkan para generasi muda dengan budayanya sendiri yakni Budaya Jawa. Pasalnya banyak generasi muda masa kini yang tidak paham dengan makna yang ada dalam tembang yang dinyanyikan. Padahal tembang Wasito Rini memuat ajaran dan nasehat berharga terutama bagi kaum perempuan.

Oleh karena itu lomba akan difollow-up LPKN dengan menyelenggarakan kegiatan lain (workshop, seminar) yang membedah makna setiap tembang Jawa. "Harapannya generasi muda semakin mencintai budayanya sendiri dan mempelajarinya," pungkasnya. (Dev)

BERITA REKOMENDASI