Deklarasi Asosiasi Geospasial Arkeologi, Komitmen Buat Sistem Pemetaan Arkeologi Nasional

YOGYA, KRJOGJA.com – Prihatin dengan tinggalan budaya yang masih banyak menemui banyak kendala, baik pengelolaan dan pendataan, sejumlah tokoh mendirikan Asosiasi Geospasialis Arkeologi (AGA). Deklarasi yang diikuti praktisi, peminat dan pemerhati yang fokus bidang Arkeologi Keruangan dan atau pengelolaan Warisan Budaya berbasis Geospasial berlangsung Kamis 1 Oktober 2020 secara daring.

“AGA menjadi wadah untuk melakukan pembenahan dari hulu-hilir di bidang Arkeologi dengan melibatkan banyak disiplin ilmu,” kata JSE Yuwono dari Universitas Gadjah Mada. AGA sendiri diprakarsai oleh 6 perwakilan universitas yang memiliki jurusan Arkeologi serta praktisi Arkeologi.

Selain JSE Yuwono, perwakilan lainnya Nur Ihsan Djindar SS MHum (Universitas Hasanuddin), Rochtri Agung Bawono SS MSi (Unviversitas Udayana), Ghilman Assilmi MHum (Universitas Indonesia), Sandy Suseno SS MA (Universitas Haluoleo), Ari Mukti Wardoyo (Universitas Jambi), Henki Riko Pratama SS (Balai Arkeologi Sulawesi Utara), Deny Setya Afrianto SS (CV Padma Jogja), dan Basran Burhan (Griffith University).

Deklarasi dibacakan oleh JSE Yuwono, setelah sebelumnya para hadirin diberi pengantar singkat mengenai latar belakang, paradigma dan skema besar kerja AGA beberapa tahun ke depan. Menggunakan paradigma keruangan (spasial) dengan metode kerja berbasis peta, data dan informasi geospasial, AGA siap menggarap strategi pengelolaan kawasan Trowulan lima tahun ke depan dan rekomendasi pengelolaan wilayah kerja “kearkeologian” di tingkat nasional.

“Selama ini kita selalu disilapkan dengan narasi-narasi tentang Majapahit, sedangkan di arkeologi sendiri sangat sulit untuk merajut informasi tentang Trowulan yang dikatakan sebagai lokasi yang dikatakan sebagai kawasan ibukota Majapahit,” kata JSE Yuwono.

Bahkan, sekadar untuk tahu daerah mana yang sudah pernah digali saja cukup sulit, tidak ada satu pangkalan data yang bisa diakses oleh semua orang untuk memudahkan analisis dan berbunyi, ada infonya. “Oleh karena itu kita akan garap bersama di AGA. Agenda terdekat adalah mengurus administrasi, pendataan anggota dan persiapan kongres pertama,” papar JSE Yuwono.

BERITA REKOMENDASI