Demi Bulutangkis, Sunarno Rela Pindah Kerja

Editor: KRjogja/Gus

Sunarno menceritakan kisah yang lumayan unik, sekaligus mempertegas dirinya sebagai pemain bulutangkis sejati. Ceritanya, setelah lulus SMA tahun 1975 dirinya langsung mendaftar di BRI Wonosari. Sebelumnya, BRI Wonosari melakukan latih tanding dengan BRI Ajibarang (Jateng). Oleh salah satu saudaranya, Sunarno diajak memperkuat BRI Wonosari. Lantaran permainannya dianggap cukup bagus dan berhasil meraih kemenangan, Sunarno diminta melamar sebagai karyawan BRI Wonosari. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh Sunarno, maka jadilah ia sebagai karyawan BRI Wonosari. “Waktu itu saya sekantor dengan Baryadi, kiper PSIM,” kenangnya.

Tahun 1979 Sunarno memutuskan mundur dari BRI Wonosari dan melamar sebagai karyawan PDAM Tirta Marta Yogya. Salah satu alasannya, saat itu dirinya berniat mengikuti kejuaraan Moenadi Cup, tetapi tidak diizinkan oleh pimpinannya. Kecewa atas kebijakan tersebut, Sunarno pamit secara baik-baik dan pindah kantor dengan pertimbangan selain bekerja tetapi tetap bisa bermain bulutangkis.

Di kancah bulutangkis internasional, Sunarno pernah sebagai Tournament Staff King Challenge Dwi Tanding Indonesia vs Malaysia di Yogyakarta, Tournament Staff Simulasi World Badminton Championship 2003 di Yogyakarta, Tournament Staff RCTI Indonesia Open 1994 di Yogyakarta, dan Tournamen Staff Sanyo World Cup Badminton Championship 1997 di Yogyakarta.

Sunarno menikah dengan Rustiyah pada 14 Januari 1986, dikaruniai dua putri masing-masing Noviarti Utami dan Dwi Retno Utami. Dari Noviarti/Herjuno Alfiansah, Sunarno mendapatkan cucu Najwa Ghania Khairunnisa. Sedangkan dari Dwi Retno Utami/Muhammad Abdurrahman, Sunarno mendapatkan cucu Nabil Ahmad Arrasyid dan Alqayyum Humaira Mufidah. Menurutnya, jika sudah sampai jenjang menjadi kakek, hidup terasa komplit. “Di khasanah budaya Jawa, ada istilah ‘simbok nggo tombok, simbah nggo tambah’,” ungkap Sunarno yang dikenal juga sebagai pengamat budaya Jawa, terutama ketoprak dan wayang. Sunarno mengaku pernah bermain ketoprak bersama rekan-rekan wartawan, dengan lakon ‘Warta Nggondol Nyawa’.

BERITA REKOMENDASI