Denda di Tempat Segera Diterapkan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Perda 15/2018 terkait ketertiban umum dan ketenteraman masyarakat mulai berlaku efektif pada tahun ini. Salah satu amanatnya ialah penerapan sanksi berupa denda di tempat yang ditargetkan akan diterapkan mulai pertengahan tahun.

Komandan Sat Pol PP Kota Yogya Agus Winarto, mengaku sanksi berupa denda di tempat bagi setiap pelanggar peraturan daerah merupakan kebijakan baru. Pihaknya pun harus melakukan sosialisasi secara intensif untuk meminimalisir persoalan di masyarakat.

"Sosialisasi masih terus berjalan, namun pertengahan tahun bisa kami terapkan. Kebutuhan sumber daya manusia juga sudah siap," akunya.

Sejumlah pelanggaran yang bisa dikenai sanksi denda di tempat sudah diatur dalam Perwal 84/2019 terkait petunjuk pelaksanaan Perda Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat. Di antaranya mengganggu ruang milik jalan, berjualan di bawah jembatan atau jalan layang, berjualan di atas saluran air dan tempat umum.

Bahkan warga yang melakukan pengaturan lalu lintas di persimpangan atau putaran jalan untuk memperoleh imbalan jasa, parkir di bahu jalan, menutup jalan dan menggunakan trotoar tidak sesuai fungsi, serta vandalisme juga bisa dikenai sanksi denda di tempat. Diakuinya, sanksi denda di tempat bisa memberikan efek jera bagi pelanggar perda.

Sosialisasi terkait pemberian sanksi denda di tempat dilakukan ke berbagai sektor, termasuk ke biro perjalanan wisata dan hotel. Hal ini karena dimungkinkan ada wisatawan yang juga bisa dikenai sanksi.

"Tujuan sanksi denda di tempat untuk memberikan efek jera. Semoga semua pihak bisa memahami karena ini untuk kepentingan bersama," imbuh Agus.

Selain itu, pembayaran sanksi denda di tempat dapat dilakukan secara tunai atau nontunai. Saat patroli, petuga Sat Pol PP Kota Yogya akan mengikutsertakan petugas bank yang bisa menerima pembayaran sanksi denda. Sedangkan nilai denda yang diterapkan berkisar antara Rp 250.000 hingga Rp 10 juta tiap pelanggaran. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI