Denda Tunggakan PBB di Kota Yogyakarta Dihapuskan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Walikota Yogya Haryadi Suyuti memberikan kesempatan emas bagi Wajib Pajak (WP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang memiliki tunggakan sejak tahun 1994 untuk membayar sesuai besaran tunggakan. Hal ini karena sanksi administrasi berupa denda atas tunggakan dalam kurun waktu tersebut, dihapuskan seiring momentum HUT ke-264 Kota Yogya yang akan jatuh pada 7 Oktober 2020.

”Sedikit kabar gembira bagi wajib pajak PBB seiring HUT Kota Yogya tahun ini. Batas akhir pembayaran PBB ialah 30 September. Pembayaran setelah itu menjadi tunggakan dan dikenai sanksi administrasi berupa denda. Tetapi mulai 1 Oktober hingga 31 Desember 2020 pukul 24.00 WIB kami berikan penghapusan sanksi administratif,” jelasnya.

Kebijakan penghapusan denda tunggakan tersebut dipayungi Perwal 80 Tahun 2020. Hal itu juga berlaku atas denda tunggakan tahun 2019 sampai dengan 1994. Sesuai ketentuan, besaran denda bagi yang terlambat membayarkan PBB ialah dua persen per bulan hingga maksimal dua tahun atau 48 persen.

Dengan adanya penghapusan denda, maka wajib pajak cukup membayar senilai tunggakannya. Potensi piutang PBB khusus tahun 1994 hingga 2019 dari aspek tunggakan mencapai Rp 77,78 miliar, sedangkan total dendanya mencapai Rp 33,68 miliar. Sementara sisa ketetapan PBB pada tahun ini setelah jatuh tempo mencapai Rp 46,1 miliar.

BERITA REKOMENDASI