Penanganan Pasien Luar Daerah Perlu Solusi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Meski jumlah personelnya terbatas, namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogya tetap siap mengawal semua prosedur penanganan Covid-19. Termasuk hal pemakaman terstandar, usai posko di tingkat DIY resmi dibubarkan pada Rabu (26/08/2020) lalu.

Kepala BPBD Kota Yogya Hari Wahyudi, mengungkapkan pihaknya harus siap dalam kondisi apa pun meski jumlah personel terbatas. ”Total personel kami 57 orang, termasuk saya, TRC, Pusdalops dan pendampingan. Khusus TRC dan Pusdalops sangat terbatas karena hanya 16 orang dan 13 orang sementara harus bertugas bergantian selama 24 jam,” tandasnya.

Sejak posko di DIY dibubarkan hingga Kamis (27/08/2020) malam, BPBD Kota Yogya sudah dua kali melakukan proses pemakaman dengan standar Covid-19. Tindakan tersebut mampu dilakukan dengan baik oleh personel yang ada. Meski demikian, untuk proses dekontaminasi harus melibatkan PMI akibat keterbatasan personel dan tempat.

Hari menegaskan, pihaknya tetap serius bekerja serta mengedepankan faktor keamanan bagi personel. Salah satunya penggunaan alat pelindung diri (APD) standar medis grade tiga atau paling tinggi dan sekali pakai. Ketersediaan APD juga tidak perlu dikhawatirkan karena masih mencukupi.

”Dalam kondisi apa pun kami harus siap. Setiap satu tim pemakaman pun dikerahkan enam sampai tujuh petugas dan belum melibatkan relawan dari luar,” tandasnya.

Hanya, salah satu tindakan yang perlu mendapatkan lokasi ialah penanganan pasien lintas daerah. Hal ini karena banyak rumah sakit di Kota Yogya yang menjadi rujukan Covid-19 dengan pasien dari luar kota.

Idealnya, sesuai Permenkes, pengantaran jenazah hingga ke tempat tinggalnya merupakan tanggung jawab rumah sakit. Namun tidak sedikit rumah sakit yang kewalahan sehingga perlu mendapat bantuan tim BPBD. Oleh karena itu, penanganan pasien dari lintas daerah hingga kini masih dikoordinasikan di tingkat DIY.

”Kalau pasien itu dirawat di kota, rumah sakitnya di kota dan pemakamannya juga di kota, maka tidak masalah. Tetapi yang di luar kota ini tentu perlu kami koordinasikan secara lebih luas,” jelasnya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI