Depresi Penyakit Terbanyak Ketiga di Dunia, Ini Gejalanya

YOGYA (KRjogja.com) – Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) saat ini depresi menjadi  penyakit terbanyak ketiga di dunia. Depresi diperkirakan akan menduduki peringkat teratas pada tahun 2020.

Direktur Rumah Sakit Jiwa Grhasia dr Etty Kumolowati MKes, mengatakan hal tersebut dikarenakan tuntutan hidup yang semakin tinggi. "Anak-anak dulu tidak perlu les. Anak-anak sekarang les untuk menghadapi kompetisi dan persaingan," terangnya dalam gelaran Panggung Jogja Sehat Jiwa, Minggu (4/12).

Menurut Etty diperlukan pemahaman dari masyarakat luas untuk mengenali gejala-gejala gangguan jiwa ringan seperti depresi, "Tanda-tandanya misalnya selalu merasa kurang cantik, merasa badan terlalu gemuk, lemas, tidak bersemangat," katanya. Gejala tersebut apabila tidak diatasi akan menyebabkan gangguan jiwa yang lebih lanjut.

Etty menyarankan agar setiap orang dengan tanda-tanda tersebut untuk segera berobat. "Apalagi, saat ini puskesmas sudah mampu melakukan deteksi dini," kata Etty.

Di sisi lain, deteksi dini sebenarnya juga bisa dilakukan oleh masyarakat awam pada umumnya. "Masyarakat harus paham jika ada seseorang yang tiba-tiba menarik diri atau menyendiri. Bisa jadi  itu gejala dia terkena depresi," Etty menambahkan. (Mg-22)

BERITA REKOMENDASI