Desa Bantul Geliatkan Gemar Makan Ikan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Tingkat konsumsi ikan warga Bantul dinilai masih rendah dibandingkan angka nasional. Kondisi ini menimbulkan keprihatinan tersendiri. Hal ini karena ikan merupakan makanan sehat dan mengandung asam lemak omega 3 yang dibutuhkan untuk perkembangan otak anak-anak. Sementara ikan terbukti lebih sehat dibandingkan dengan jenis daging, maka dari itu Desa Bantul menggeliatkan gerakan gemar makan ikan.

Ketua Tim Penggerak PKK Desa Bantul, Tri Susilowati Supriyadi, Rabu (28/08/2019) saat acara lomba memasak ikan warga Desa Bantul di kompleks kantor kelurahan Bantul mengaku prihatin atas gaya hidup dan konsumsi makanan junkfood dan fastfood yang tinggi pada anak-anak saat ini.

"Sementara anak-anak termasuk kurang suka dengan ikan. Mereka lebih suka makanan-makanan instant padahal makanan instant sangat rentan menyebabkan obesitas dan dampak buruk lain. Maka dengan adanya lomba memasak ikan diharapkan makin banyak ibu-ibu yang dapat mengolah menu ikan yang variatif dan disukai keluarga," jelasnya.

Lurah Desa Bantul, Supriyadi menambahkan berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Kabupaten Bantul, menyatakan tingkat konsumsi ikan di Bantul masih rendah dengan rata-rata sebanyak 22 kilogram per kapita per tahun. "Tingkat konsumsi ikan di Bantul itu masih belum memenuhi standar dari nasional, karena nasional itu 45 kilogram sementara di Bantul rata-rata baru 22 kilogram per kapita/tahun," tambahnya.

Supriyadi menjelaskan kegiatan lomba yang diikuti oleh perwakilan seluruh dusun di Desa Bantul sebagai bagian upaya sosialisasi dan pentingnya mengkonsumsi pangan berbahan ikan. "Sedikit demi sedikit kita ubah pola hidup dengan mengkonsumsi ikan untuk mengganti konsumsi daging," jelasnya lagi.

Salah satu dewan juri, Chef Poniman menambahkan lomba masak ikan seluruhnya menggunakan bahan utama ikan gurami. Dipilihnya ikan gurami karena mudah didapat, gampang pengolahannya dan memiliki kandungan gizi tinggi.

Ditambahkannya dari belasan hasil olahan ikan tersebut penilaian lomba berdasar atas empat kriteria yakni kebersihan dalam pengolahan, tampilan penyajian, citarasa dan kreativitas. Beberapa hasil masakan yang ditampilkan di antaranya Selat Solo Ikan, Sate Lilit Ikan Gurami, Rolade Ikan Daun Kelor, Ikan Masak Tauco, Galantin Ikan, Sup Matahari Ikan dan aneka kreasi masakan ikan yang lain. (Aje)

BERITA REKOMENDASI