Desa Preneur Tumbuhkan Perekonomian Pedesaan

 

YOGYA, KRJOGJA.com – Pandemi yang belum usai, menyisakan tantangan upaya pemulihan ekonomi yang sangat terpukul selama hampir dua tahun terakhir. Terutama persoalan menumbuhkan perekonomian di pedesaan.  UMKM wilayah pedesaan menghadapi kendala jarak yang jauh, terbatasnya aksesibilitas armada transportasi mobile dan ketersediaan sarana internet yang belum merata hingga basis-basis UMKM pedesaan.

Untuk itu, dalam rangka menjembatani problematika pemberdayaan UMKM di pedesaan, Pemerintah Daerah melalui Dinas Koperasi UKM DIY berupaya mengembangkan skema pendampingan berbasis wilayah yang dikenal sebagai Desa Preneur.  Pada prinsipnya, Desa Preneur merupakan desa yang mampu menumbuh kembangkan kewirausahaan melalui unit-unit usaha yang diupayakan oleh keguyuban warga desa secara terpadu dan berkelanjutan dalam rangka menumbuhkan perekonomian pedesaaan.  Pelaksanaannya, Dinas Koperasi UKM DIY bermitra dengan SMEDC Jogja sebagai salah satu tim pendamping yang mengembangkan konsep Desa Preneur tersebut dengan pendekatan Kiblat Papat Lima Pancer Adiluhung Kawentar atau disingkat K45PAK.

Menurut Dr Duddy Roesmana Donna, konseptor K45PAK pelaksanaan konsep Desa Preneur sangat inheren dengan pola pemberdayaan masyarakat yang berperan sebagai pancer (pusat) etalase sekaligus inkubator bisnis dengan berpedoman pada empat kiblat (nilai). Yakni  global value, local wisdom, local supply chain dan global marketing.  “Keempat kiblat tersebut bertumpu pada satu pancer community development atau pemberdayaan masyarakat sebagai penggerak perekonomian perdesaan,” tutur pengajar Sekolah Pascasarjana UGM Yogyakarta tersebut. Pada 2021 ini upaya menumbuhkan Desa Preneur dilakukan pada 39 desa yang tersebar di empat kabupaten DIY.

BERITA REKOMENDASI