Destinasi Wisata Masuk dalam Pembatasan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Aturan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat turut mencakup destinasi dan industri jasa pariwisata. Meski lokomotif ekonomi di Kota Yogya itu tetap beroperasi namun skalanya terbatas mulai dari jam operasional serta kapasitas pengunjung.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya Wahyu Hendratmoko, menjelaskan pembatasan tersebut mengacu instruksi Gubernur maupun Walikota Yogya yakni 11-25 Januari 2021. “Sesuai aturan destinasi pariwisata di Kota Yogya tetap dapat beroperasi namun harus memenuhi ketentuan pembatasan jam operasional yaitu maksimal pukul 19.00 WIB,” jelasnya.

Destinasi wisata yang dimaksud di antaranya Taman Pintar, Kraton Yogyakarta dan objek wisata lain. Selain harus mematuhi jam operasional, setiap destinasi wisata juga diminta menjalankan protokol kesehatan secara ketat yaitu mewajibkan pengunjung memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan menghindari kerumunan. Bahkan ada tambahan aturan protokol kesehatan yang juga perlu diterapkan yaitu larangan merokok.

Sedangkan untuk industri jasa pariwisata seperti jasa akomodasi, jasa makanan dan minuman, jasa hiburan dan lainnya, juga diwajibkan mengikuti aturan pembatasan selama dua pekan ke depan. Di antaranya menyangkut pembatasan jumlah pengunjung yang makan dan minum di tempat yaitu maksimal 25 persen dari kapasitas serta makan di tempat hingga pukul 19.00 WIB.

“Untuk layanan pesan dan antar makanan, drive thru atau pembelian dengan dibawa pulang tetap bisa dilayani sesuai jam operasional tempat usaha. Sedangkan operasional tempat hiburan seperti bioskop juga dibatasi yaitu hingga pukul 19.00 WIB,” tandasnya.

Wahyu mengatakan, sektor pariwisata menghadapi tantangan yang cukup berat di masa pandemi. Meskipun demikian upaya untuk pemulihan sektor pariwisata tetap harus dilakukan dengan berhati-hati agar upaya tersebut tidak mencederai pengendalian kasus Covid-19 yang juga dilakukan beriringan. “Sekarang itu ibarat nelayan sedang mengalami gelombang tinggi. Lebih baik menepi dulu sembari memperbaiki jalan dan baru melaut lagi setelah gelombang mulai surut,” katanya. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI