Deteksi Imun Tubuh Usai Vaksinasi Covid-19 dengan Tes Serologi

Editor: Ivan Aditya

PROGRAM vaksinasi terus digencarkan pemerintah guna meningkatkan kekebalan tubuh rakyat Indonesia dalam rangka memutus penyebaran Virus Covid-19 di tanah air. Saat ini pemerintah tengah bekerja sama dengan empat negara yang memproduksi vaksin, yaitu Sinovac (China), AstraZeneca (Inggris), Novavax (Amerika – Kanada) dan Pfizer (Jerman).

Merujuk data dari sensus, jumlah penduduk Indonesia 2021 mencapai 271 juta jiwa. Untuk bisa mencapai herd immunity maka maka imunisasi ditargetkan harus mencakup 70 persen atau sekitar 188,5 juta penduduk.

Namun usai vaksinasi, apakah perlu tes imun untuk mendeteksi tingkat kekebalan terhadap serangan Covid-19? Atau bagaimana cara mengukur persentase kinerja vaksin di tubuh kita?

Sederet pertanyaan di atas kini terjawab dengan tes serologi, yaitu sebuah tes untuk mengetahui kekebalan terhadap Covid-19 usai vaksinasi. Tes serologi harus dilakukan di laboratorium dengan peralatan modern.

Dokter Intibios Laboratorium, dr Kezia Dewi menjelaskan cara kerja serologi yakni mengambil darah pasien untuk diproses di laboratorium. Hasil laboratorium akan mendeteksi antibodi di dalam Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap virus Covid-19.

“Tes ini memiliki sensitivitas deteksi hingga 100 persen. Akurasinya efektif untuk mengukur pembentukan antibodi atau imun setelah divaksin,” tuturnya.

Ia menjelaskan, jangka waktu yang disarankan tes serologi berkisar satu bulan setelah vaksinasi kedua. Hasil tes serologi ini akan berupa positif atau negatif.

Jika hasilnya positif, tubuh pasien sudah mengandung antibodi (dengan persentase berbeda-beda). Sedangkan bila negatif, pembentukan imun tubuh setelah divaksin belum sempurna.

“Kalau negatif, berarti reaksi vaksin belum bekerja sempurna untuk menangkal virus. Tetapi apapun hasilnya, tes serologi ini membuat pengendalian covid lebih terukur,” jelas dokter muda itu.

Sementara pihak Intibios Laboratorium melalui General Manager, Thomas Handoyo mengatakan sebagai laboratorium lengkap yang menjadi solusi terpadu penanganan Covid-19, Intibios Laboratorium yang terletak di Jalan Godean Sleman secara resmi memperkenalkan layanan terbarunya sejak pertengahan April 2021. Layanan tes serologi ini baru satu-satunya di Yogyakarta.

Pihaknya kini melayani 200 sampel serologi setiap harinya dengan tarif 300 ribu sekali tes. “Mulai ada kesadaran untuk dites serologi. Perlu diketahui layanan kami adalah Serologi Antibodi Netralisasi yang khusus mendeteksi antibodi Covid sesuai rekomendasi WHO,” jelas Handoyo.

Merespon fasilitas tes serologi di Intibios, Anggota DPR RI Subardi langsung mendatangi laboratorium yang juga terdapat kontainer level Biosafety Level (BSL)-2 untuk langsung menganalisis ratusan sampel Covid-19 dalam sehari. Subardi ingin mengetahui persentase efektivitas vaksin setelah ia menerima vaksin kedua (sinovac) di Jakarta pada bulan Maret lalu.

“Ini penting untuk melihat tingkat keberhasilan vaksinasi. Kita bisa mengetahui apakah vaksin di tubuh kita sudah menghasilkan antibodi (kebal) terhadap Covid-19,” kata Subardi.

Wakil rakyat dari Dapil Yogyakarta itu merespon baik layanan serologi ini. Menurutnya, vaksinasi perlu diikuti dengan tes serologi untuk mengukur herd immunity atau kekebalan kelompok. “Dengan tes berbasis ilmiah ini, kita bisa tahu seberapa cepat herd immunity terbentuk usai vaksinasi,” jelasnya.

Ketua DPW NasDem DIY itu menilai, semakin banyak masyarakat yang inisiatif tes serologi, semakin efektif program vaksinasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid. “Saya berharap tes serologi semakin diminati masyarakat. Selain itu, masyarakat juga perlu memilih laboratorium yang modern, profesional, dan kredibel,” tambahnya. (Van)

BERITA REKOMENDASI