Dewan Dukung Pemberian Keringanan Retribusi

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Rencana Dinas Perdagangan untuk menyiapkan bentuk relaksasi bagi pedagang pasar tradisional di Kota Yogya mendapat dukungan dewan. Bahkan keringanan retribusi seperti halnya pada tahun 2020 lalu didesak segera diberlakukan. Menurut anggota Komisi B DPRD Kota Yogya Nurcahyo Nugroho, meningkatnya kasus penyebaran Covid-19 serta perpanjangan status tanggap darurat di DIY dan adanya pemberlakuan pengetatan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM) cukup berdampak pada kunjungan pasar.

“Kondisi ini menyebabkan omzet pedagang tradisional pasti merosot. Kami mendorong agar keringanan retribusi bagi pedagang pasar tradisional bisa segera digulirkan kembali,” jelasnya.

Upaya itu dinilainya sangat tepat terutama bagi para pedagang pasar. Menurutnya, kebijakan pemberian keringanan retribusi guna mendukung pemulihan ekonomi. Dasar kebijakan itu pun bisa menginduk pada kondisi tanggap darurat yang kembali diperpanjang.

Selain itu, anggota Fraksi PKS tersebut juga mendorong Pemkot Yogya untuk segera melaksanakan kembali program belanja di pasar secara online dari rumah. Progam ini dinilai mampu mendorong meningkatnya transaksi perdagangan di pasar. “Dengan adanya layanan tersebut, masyarakat tak perlu ke luar rumah untuk belanja di pasar,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogya Yunianto Dwi Sutono, sebelumnya mengaku tengah mengkaji bentuk relaksasi yang akan diberikan kepada pedagang pasar tradisional. Dari penelusuran awalnya, pasar yang cukup terdampak pada masa PTKM ialah Pasar Beringharjo Barat dan Pasar Pakuncen. Sedangkan pasar lain terutama yang memiliki komoditas bahan pokok cenderung sudah cukup stabil.

Terkait program belanja di pasar secara online dari rumah, sudah ada kerja sama dengan pihak ketiga yakni Gojek. Melalui menu Goshop pada aplikasi Gojek, warga Kota Yogya yang berbelanja di pasar tradisional mendapatkan pengembalian ongkos kirim sebesar Rp 10.000. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI