Dewan Minta Maaf, Ternyata Ini Tujuan Bantuan Koperasi Danais DIY

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana menjelaskan perihal maksud bantuan untuk pelaku UMKM melalui koperasi yang bersumber dari Dana Keistimewaan DIY. Bantuan sebesar Rp 16,5 miliar itu memang bukan diberikan cuma-cuma bagi pelaku usaha kecil, namun berbentuk kredit usaha.

Kepada wartawan di DPRD DIY, Huda mengatakan bahwa peruntukan bantuan melalui koperasi ini memang bukan bantuan konsumtif bagi warga. Pemda DIY menggelontorkan pundi-pundi dari Danais kepada koperasi untuk diputar pada anggotanya yang hendak memulai kembali usaha.

“Memang bantuan ini untuk produktif, bukan konsumtif. Bantuan konsumtif sudah ada sendiri melalui Data Terpadu Keluarga Sejahtera (DTKS) atau melalui bantuan desa yang sudah turun Danaisnya, kita sudah memberikan berlapis-lapis. Nah kalau yang melalui koperasi ini sifatnya bantuan produktif, harapannya untuk modal usaha,” ungkap Huda di DPRD DIY, Jumat (13/08/2021) petang.

Secara langsung, Huda juga meminta maaf apabila bantuan melalui koperasi ini mengundang reaksi dari masyarakat apalagi karena banyaknya pengusaha kecil yang belum bergabung dalam wadah koperasi. Huda menegaskan bahwa pihaknya telah berusaha maksimal untuk membantu masyarakat keluar dari beban pandemi yang begitu luar biasa ini.

“Kami meminta maaf apabila memang banyak yang tidak puas dengan situasi ini, namun kami berusaha maksimal dengan upaya yang sudah dilakukan. Pasti saya yakin mesti tidak rata, ada yang belum dapat. Kami mohon maaf sebesar-besarnya namun kami berusaha maksimal melakukan apa yang bisa kami lakukan,” tandas dia.

Saat ini, Huda meminta Pemda DIY bersama warga masyarakat untuk fokus menurunkan kasus poaitif Covid. Pasalnya, hal itu jadi satu-satunya cara agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa bergulir kembali seperti sediakala.

Sebelumnya, masyarakat dari Forum Warga Yogyakarta melakukan aksi berkabung di halaman Kantor Gubernur DIY. Mereka menyuarakan keprihatinan lantaran bantuan sosial dari pemda yang belum terakses masyarakat kecil sampai saat ini. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI