Dewan Sesalkan Banyak Wisatawan Datang ke Yogya Langgar Prokes

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – DIY masih menjadi daya tarik masyarakat untuk menikmati libur panjang. Sayangnya, tidak semua wisatawan patuh dengan protokol kesehatan.

“Luar biasa. Malioboro penuh, tanpa protokol kesehatan. Ini sangat kita sayangkan. Wisatawan kita minta untuk patuh dengan protokol kesehatan. Terutama memakai masker,” kata Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana, Jumat (30/10/2020).

Penuhnya DIY dengan wisatawan tersebut menurut Yuda ada sisi positifnya. Karena daya tarik Yogya ini luar biasa sehingga bisa menggeliatkan ekonomi masyarakat, terutama di sektor pariwisata.

Hampir semua hotel penuh, terutama di pusat kota. Kondisi tersebut menurut Huda, membuat tim Gugus Tugas kewalahan dalam mengatur wisatawan.

Meskipun sepekan sebelum masuk libur panjang, Pemda DIY bersama Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Forkominda serta DPRD sudah melakukan rapat koordinasi dimana intinya bagaimana kesiapan objek wisata menghadapi libur panjang, terutama untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Bahkan persiapan DIY ini juga mendapat pantauan langsung dari pusat, bahkan beberapa pengaturan lalu lintas juga sudah diujicobakan.

Melihat kondisi tersebut menurut Huda sekarang ini yang terpenting adalah kesadaran dari wisatawan itu sendiri, terutama dalam menerapkan protokol kesehatan. Sebab, seberapa banyaknya petugas yang berjaga tidak akan maksimal jika tidak ada kesadaran dari masyarakat.

Karena menurut Huda, baik Pemda maupun Gugus Tugas juga telah berupaya maksimal dalam menghadapi libur panjang ini. “Gugus Tugas bisa tegas dengan tidak mengizinkan pengunjung masuk ke objek wisata yang mengabaikan protokol kesehatan. Bagi saya ini tidak masalah. Karena sekarang ini, penting bagi semua orang untuk saling menjaga satu sama lain,” urainya.

Sementara itu, Huda juga menyambut baik adanya Rapid Test acak yang ada di sejumlah objek wisata. Bagi wisatawan jangan menolak jika diminta untuk rapid test, jika ada yang hasilnya reaktif maka wisatawan tersebut harus memiliki kesadaran dengan tidak melanjutkan liburannya, melainkan kembali ke hotel atau kerumah untuk isolasi dan melanjutkan tes swab.

“Belum tentu hasilnya positif. Ini justru menguntungkan wisatawan karena bisa mengetahui kondisi kesehatannya. Tidak perlu takut untuk di rapid,” ungkapnya. (Awh)

BERITA REKOMENDASI