Dewan Usulkan Tambah Shelter Isolasi Mandiri

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – DPRD Kota Yogya mengusulkan kepada Pemkot Yogya untuk menambah sarana shelter bagi pasien Covid-19 dengan status orang tanpa gejala (OTG). Hal ini karena shelter untuk isolasi mandiri yang dikelola Pemkot kapasitasnya sangat terbatas dan sempat penuh sehingga calon penghuni harus antre.

Anggota Komisi D DPRD Kota Yogya M Ali Fahmi, mengaku sudah menyampaikan usulan tersebut saat rapat koordinasi bersama mitra kerja. “Peningkatan pasien Covid-19 baik yang bergejala maupun OTG saat ini cukup tinggi. Tetapi mayoritas ialah OTG maupun bergejala ringan. Sehingga sudah sangat mendesak menambah shelter untuk isolasi mandiri,” usulnya.

Shelter untuk isolasi mandiri yang dikelola Pemkot Yogya saat ini memanfaatkan rumah susun (rusun) di Tegalrejo. Kapasitasnya mencapai 42 ruang dengan 84 tempat tidur. Pasien yang mendaftar ke shelter tersebut diakuinya cukup banyak karena rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri, di antaranya karena kamarnya tidak memadai, ada anak balita maupun lansia.

Fahmi menjelaskan, dirinya juga menerima laporan ruangan shelter yang penuh. Pasien OTG yang masuk antrean pun baru bisa dikirim ke shelter setelah dua hingga tiga hari kemudian. “Kalau sampai terjadi antrean dikhawatirkan penyebaran virus bisa semakin meluas dan penanganan terhadap pasien kurang maksimal,” imbuhnya.

Penambahan shelter untuk isolasi mandiri pasien OTG maupun bergejala ringan itu pun bisa diakomodir melalui APBD 2021. Terutama pos anggaran tidak terduga seiring status tanggap darurat Covid-19. Shelter baru itu pun tentunya disertai ketersediaan fasilitas penunjang yang memadai, makanan dengan gizi yang cukup serta didampingi dokter dan tenaga kesehatan.

Sementara Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogya Maryustion Tonang, mengaku tingkat keterisian shelter di Tegalrejo memang dinamis. Meski sempat terisi 100 persen, namun malam harinya banyak yang selesai menjalani isolasi sehingga setelah ruangannya didekontaminasi bisa diisi kembali.

“Untuk masuk ke shelter ini kan didasarkan atas rekomendasi dari puskesmas dan wilayah. Jadi saya kira kondisi shelter masih memadai meski tidak menutup kemungkinan untuk mencari lokasi baru,” jelasnya.

Kendati keterisiannya dinamis namun kondisi penghuni shelter pun cukup baik. Selama ini belum pernah ada penghuni yang kesehatannya memburuk sehingga perlu dirujuk ke rumah sakit. Pengawasan dilakukan sangat ketat dan setiap kebutuhan makan minum maupun vitamin selalu terjamin. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI