Di Jogja Muncul Suara Burung Kedasih, Mitos Datangnya Pageblug?

Editor: KRjogja/Gus

“Mitos di masyarakat Jawa memang demikian, karena kebetulan pas burung ini lewat Jawa dan sering berbunyi selalu pada musim pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau di mana biasanya banyak kasus penyakit infeksi menyerang masyarakat seperti saat ini. Saat musim kemarau cuaca stabil, penyakit menghilang, suara burung Kedasih menghilang. Masyarakat kuno yang tidak paham burung migrasi beranggapan burung ini seperti siluman yang datang, berbunyi, menyebabkan pageblug dan kemudian menghilang seperti asap tanpa bekas,” ungkapnya ketika berbincang Jumat (29/5/2020) malam.

Penjelasan ilmiahnya menurut Slamet padahal saat musim masuk kemarau, burung-burung tersebut sudah bermigrasi ke utara untuk kembali ke Asia Daratan setelah melakukan perjalanan dari benua Australia. Perjalanan ribuan burung Kedasih ini melewati Pulau Jawa, termasuk Yogyakarta sehingga beberapa waktu terakhir masyarakat kerap mendengar suaranya.

“Burung-burung ini akan terus ke selatan sampai Australia bahkan Selandia Baru yang mengalami musim panas, menghindari hawa dingin di utara. Saat sisi selatan menjadi dingin mulai Maret-April burung-burung ini akan terbang kembali ke Asia melewati Indonesia lg termasuk wilayah Jogja. Awal musim semi/spring adalah awal musim kawin/breeding season bagi burung-burung di utara equator sehingga saat ini, saat melintasi Indonesia burung-burung ini terutama yang jantan akan banyak berbunyi/ngoceh sebagai upaya memikat betina agar saat sampai di negeri asal mereka sudah mendapatkan jodoh dan siap breeding,” sambung Slamet lagi.

BERITA REKOMENDASI