Dijadikan Alasan PSSI, Ini Penjelasan BPPTKG Soal Merapi

Aktivitas Merapi saat ini memasuki fase intrusi baru atau fase 7 yakni intrusi magma di konduit dalam. Dalam fase ini terjadi letusan-letusan eksplosif diiringi kegempaan dalam. Apabila tekanan magma kuat maka erupsi dapat terjadi kembali. Tetapi bila tidak maka intrusi magma akan berperan sebagai sumbatan yang mengakhiri siklus erupsi 2018 sampai saat ini.

Erups beberapa waktu ini terjadi secara eksplosif dengan kolom awan ke udara hingga mencapai 6000 meter pada 21 Juni lalu. Bahaya yang dirasakan masyarakat yakni berupa abu yang tiupannya bergantung arah angin saat erupsi terjadi.

“Aktivitas manusia sampai saat ini sesuai jarak aman 3 kilometer dari puncak. Untuk sebaran abu jika terjadi erupsi tidak bisa diprediksi. Sebaran abu sangat tergantung kecepatan dan arah angin,” sambung Hanik.

Diketahui pula, jarak venue Stadion Mandala Krida dengan Gunung Merapi yakni sekitar 29,2 kilometer yang sebenarnya sangat jauh dan aman. Di sisi lain, karakter letusan Merapi saat ini berbeda dari 2010 lalu yang bahkan sempat menjadi magnet wisatawan menyaksikan lava pijar dari titik aman lebih dari 3 kilometer dari puncak. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI