Dikukuhkan, Sultan Minta 191 Jaga Warga Berkontribusi Beri Rasa Aman Warga

YOGYA, KRJOGJA.com – Gubernur DIY Sri Sultan HB X, Selasa (30/5/2017) mengukuhkan 191 Jaga Warga dari seluruh wilayah DIY di Bangsal Kepatihan. Para Jaga Warga yang terdiri dari unsur kelurahan dan desa tersebut diharapkan bisa berkontribusi memberi rasa aman dan nyaman bagi warga di kawasan masing-masing.

Di hadapan 191 Jaga Warga, Sultan mengatakan pengukuhan jaga warga dianggap sangat penting untuk mengatasi tantangan berat yang saat ini dianggap makin kompleks. Sultan berharap Jaga Warga bisa menjalankan fungsinya yakni memberikan keamanan dan kenyamanan bagi warga di masing-masing wilayah.

"2015 Jaga Warga kita launching dengan harapan masyarakat punya partisipasi menjaga rasa aman dan nyaman warga di masing-masing desa dan membantu pertumbuhan ekonomi warga masyarakat desa. Harapannya setelah adanya pengukuhan, semua bisa jadi subjek proses peningkatan kesejahteraan tapi juga terbentuk masyarakat sipil yang punya daya tahan yang bisa menentukan sendiri pilihan khususnya di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat," ungkap Sultan.

Sultan menilai, keberadaan Jaga Warga menjadi sangat penting untuk memastikan karakter masyarakat Yogyakarta dengan kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga. "Kita sudah buktikan saat reformasi 1998 dan bencana gempa 2006 serta erupsi Merapi 2010. Kami ingin di Yogyakarta kebersamaan tetap bisa kita jaga dengan tujuan akhirnya bisa menjaga rasa agar tak menimbulkan disharmoni yang jadi masalah di masyarakat," imbuhnya.

Saat ini permasalahan di masyarakat juga dirasa semakin beragam dan harus diurai secara lebih cerdas. Sultan pun berharap jangan sampai ada tawuran atau konflik antar kampung terjadi di wilayah DIY.

"Kalau sampai terjadi tawuran antar kampung atau geng di Jogja, berarti itu ngisin-isini (memalukan). Kemungkinan narkoba dan klitih akibat kebebasan anak-anak di mana kondisinya sudah berbeda dengan masa muda bapak semua juga harus diantisipasi, tantangan di luar rumah jauh lebih besar," tandas Sultan mengingatkan.

Dalam pengukuhan yang kemudian dilanjutkan dialog, muncul beberapa pertanyaan dari Jaga Warga yang berharap adanya fasilitasi dan Surat Keputusan (SK) Tugas dari Pemda DIY untuk menunjang kinerja. Bahkan, permintaan adanya honorarium pun muncul dalam diskusi yang digelar cukup santai ini.

Menanggapi pertanyaan dan permintaan tersebut, Sultan tak mempermasalahkan apabila dimungkinkan adanya pembiayaan dari dana desa atau dana keistimewaan DIY. "Kalau dimungkinkan dari dana desa ya tidak masalah, namun dana desa dan dana keistimewaan pasti bicara program, ini yang penting dan harus dipahami, meskipun saya paham betul harapan bapak-bapak Jaga Warga ini," ungkap Sultan. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI