Dilarang Beroperasi, Pengusaha Skuter Listrik Malioboro Curhat 

Editor: Agus Sigit

YOGYA, KRJOGJA.com – Pelaku usaha skuter listrik di kawasan Malioboro mencurahkan isi hatinya. Mereka meminta maaf karena menimbulkan polemik dan siap menaati aturan yang nantinya akan diformulasikan oleh Pemda DIY dan Pemerintah Kota Yogyakarta agar dapat beroperasi kembali.

Ketua Paguyuban Skuter Malioboro Adi Kusuma Putra Surya, mengatakan pihaknya meminta maaf kepada warga apabila mereka menimbulkan ketidaknyamanan dan menimbulkan gangguan. Para pelaku usaha mengatakan 80 persen yang terlibat dalam skuter listrik adalah warga sekitar Malioboro yang selama ini hanya menjadi penonton ketika insan pariwisata panen hasil.

“Selama ini banyak hal positif dari skuter listrik ini yang tidak muncul, padahal ini adalah peluang baru bagi kami yang terdampak pandemi. 80 persen yang berusaha di skuter listrik ini adalah masyarakat sekitar Malioboro, orang-orang Jogja yang menggantungkan hidup dari sini, juga sekaligus mempromosikan kendaraan non bahan bakar BBM yang ramah lingkungan,” ungkapnya pada wartawan di kawasan Jalan Perwakilan, Sabtu (9/4/2022).

Adi Kusuma menyatakan paguyuban pelaku usaha berharap, Pemda DIY dan Pemkot Yogyakarta mempertimbangkan hal-hal tersebut dalam membuat kebijakan ke depan. Para pelaku usaha pun mengaku siap ditata dan mengikuti instruksi dari pemerintah.

“Kami siap mengikuti aturan yang ada nantinya, mudah-mudahan pemerintah memperhitungkan dan mempertimbangkan apa yang kami suarakan ini. Kami menyadari akan resiko yang ada, masih banyak pemilik penyewaan skutik yang sembarangan tanpa menghiraukan aturan keselamatan dalam menyewakan skuternya. Kami siap mengikuti aturan,” tandasnya.

Para pelaku usaha penyewaan skuter listrik Malioboro pun berharap adanya solusi dari pemerintah daerah. Mereka pun menegaskan siap untuk mengikuti seluruh aturan yang ada terkait skuter listrik. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI