Dinas Koperasi DIY Gelar ‘Indonesia Creative SME Festival’

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Memperingati hari Nasional Usaha Mikro Kecil Mengah (UMKM) 2019, Dinas koperasi dan UMKM Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar event "Indonesia Creative SME Festival (ICSF) 2019". Kegiatan diselenggarakan mulai dari 3-6 Agustus 2019 bertempat di halaman dinas Koperasi UMKM DIY, Jl HOS Cokroaminoto.

Indonesia Creative SME Festival akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan acara yang merupakan kolaborasi multistakeholder UMKM, yaitu antara lain, seminar Nasional UMKM Kuat Bangsa Berdaulat, Expo Produk Kreatif dan Siap Ekspor, Festival Oleh-oleh Nusantara, Bursa Platform UMKM, Pasar Kopi Nusantara, Kelas Peningkatan Kapasitas Pelaku dan, Pendamping UMKM, Panggung Hiburan dan Aneka Lomba.

Kepala dinas koperasi dan UMKM DIY, Sriw Nurkyatsiwi dalam sambutannya mengatakan UMKM merupakan tulang punggung perekonomian bangsa indonesia. Data dari kementerian koperasi UMKM sebanyak 98,7 persen usaha di indonesia yang mampu menyerap 89,17 persen dari tenaga kerja. Namun, kontribusi UMKM nampaknya masih kecil dan belum meningkat dibidang investasi dan ekspor.

"Dalam upaya mendukung UMKM berdaya saing dibutuhkan kerjasama multi stakeholder untuk mendorong terciptanya ekosistem UKM kreatif dan berdaya saing Global," katanya, Sabtu (03/08/19).

Acara pembukaan Indonesia Creative SME Festival (ICSF) 2019 di kantor dinas Koperasi UMKM DIY. (Foto: Evi Nur)

Menurutnya, dalam sebuah simulasi yang dilakukan oleh KEIN, apabila 10 persen UMKM yang ada mengalami Naik Kelas menjadi UKM yang berkegiatan ekspor, maka bisa membuat pertumbuhan ekonomi tembus sampai dengan 7 persen. Oleh karena itu, pihaknya bermaksud menyelenggarakan gebyar UKM Creative SME festival 2019 dengan tema membangun UKM berkarakter dan berdaya saing global menuju kerakyatan, kreatif dan berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan HB X dalam sambutannya yang diwakili oleh Wagub DIY KGPAA Paku Alaman X mengatakan, sektor UMKM sangat berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi sehingga indonesia terjebak dengan pertumbuhan 5 persen.

"UMKM dimasa depan akan melengkapi komponen ekspor dan investasi yang selama ini dianggap untuk memacu ekonomi," ucap Sri Sultan HB X diwakili Wagub DIY KGPAA Paku Alam X.

Pembentukan ekosistem yang substanable dapat dirilis gotong royong antar stakeholder. Saat ini pemerintah sedang membentuk proses berkelanjutan dengan konsep pentahelix. "Konsep ini adalah strategi pembangunan dengan pondasi kerjasama yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha dan masyarakat," jelasnya. (Ive)

BERITA REKOMENDASI