Dinas Koperasi UKM DIY Konsisten Pulihkan Perekonomian

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Dinas Koperasi UKM DIY tetap konsisten berupaya melakukan pemulihan ekonomi yang tetap mendasarkan pada cara-cara yang meneguhkan pemenuhan protokol kesehatan. Beberapa upaya yang sedang dilakukan yaitu melakukan transformasi digital bagi UMKM untuk mendaftarkan dirinya melalui SiBakul Jogja hingga menjalin kerjasama dengan para pihak dalam membangun markethub.

“Kami pun memberikan bantuan bebas ongkos kirim bagi UMKM anggota SiBakul markethub untuk pengiriman ke seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri termasuk bekerjasama dengan PT Pos Indonesia serta membantu penyaluran bantuan modal Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) pada 2020 dan 2021,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwi di Yogyakarta, Senin (04/10/2021).

Siwi menyatakan Pemda DIY juga memberikan hibah bergulir kepada koperasi terdampak pandemi dan memberikan bantuan modal usaha kepada UMKM yang tidak menerima BPUM melalui kelompok atau komunitas sampai mengembangkan pasar komunitas. Perjuangan dalam mengendalikan pandemi Covid-19 masih terus berlangsung, baik dari aspek kesehatan maupun upaya pemulihan ekonomi.

“Pemda DIY terus bekerja keras melakukan upaya yang terbaik agar kondisi perikehidupan bisa normal kembali meskipun dalam suasana adaptasi kebiasaan baru. Meskipun kinerja pengendalian pandemi menunjukkan progress yang membaik, tapi kita semua tidak boleh lengah untuk tetap menjaga protocol kesehatan di manapun dan kapanpun,” tandasnya.

Pihaknya juga telah melaksanakan strategi transformasi terhadap perkembangan situasi akhir-akhir ini yang memerlukan langkah terobosan guna membantu ketahanan ekonomi daerah. Strategi transformatif tersebut diantaranya memborong produk UMKM melalui potongan harga produk dan gratis ongkos kirim, pendampingan kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), bimbingan teknis (bimtek) Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kepada UMKM dan pendampingan merk.

“Kami melakukan kurasi produk UMKM dengan pusat oleh-oleh, toko modern maupun perhotelan serta kurasi ekspor Amerika dan Malaysia. Kami juga mengadakan bakti sosial peduli pandemi kepada PKL berdampak covid serta lomba literasi digital pemasaran,” imbuh Siwi.

Pemda DIY berupaya hadir pada saat para petani mengalami situasi panen raya yang berdampak pada jatuhnya harga maupun berkomitmen UMKM yang peduli dan aktif melakukan transformasi menuju bisnis digital harus diberikan apresiasi. Bahkan upaya menjalin kolaborasi untuk membantu pemasaran produk-produk UMKM hingga pelosok DIY juga dijalin erat melalui perjanjian kerjasama bersama PT Pos Indonesia yang diharapkan mampu mendorong adanya transaksi ekonomi dari desa menuju seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri.

“DIY memiliki ekosistem UMKM yang tangguh dan menegaskan dirinya sudah naik kelas. Kolaborasi adalah kata kuncinya, sebagaimana sudah ditunjukkan Kerjasama yang mengangkat ekosistem UMKM antara Dinas Koperasi UKM DIY bersama Kadin DIY dan Asosiasi Business Development Services Indonesia (ABDSI) DIY. Selain itu, upaya peningkatan literasi digital juga dikompetisikan agar bisa terpotret sejauh mana UMKM bisa paham terkait promosi digital atas produk-produk yang mereka kelola,” pungkas Siwi. (Ira)

BERITA REKOMENDASI