Dinas PUPESDM DIY Lanjutkan Pekerjaan Pembangunan Jalan dan Jembatan

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Energi dan Sumber Daya Mineral (PUPESDM) DIY kembali melanjutkan kegiatan pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan di empat kabupaten yaitu Gunungkidul, Bantul, Kulonprogo dan Sleman pada 2021. Pekerjaan pembangunan fisik jalan dan jembatan tersebut baru bisa dilaksanakan tahun ini dengan alokasi APBD 2021 total sekitar Rp 170 miliar setelah sebelumnya tertunda karena refocusing APBD 2020 untuk penanganan pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPESDM DIY Bambang Sugaib mengatakan pihaknya tetap fokus dan melanjutkan kembali pekerjaan pembangunan maupun peningkatan jalan dan jembatan di DIY tahun ini. Pekerjaan fisik tersebut semua telah dijadwalkan pada 2020 lalu, namun karena adanya pandemi Covid yang membuat APBD di refocusing maka terjadi penundaan pembangunan tersebut.

“Pekerjaan pembangunan fisik kami dilakukan di Gunungkidul antara lain pembangunan jalan Tawang-Ngalang dua segmen, penggantian dua jembatan di ruas Jalan Ngalang-Hargomulyo yaitu jembatan Duwet dan jembatan Pancang. Kemudian peningkatan jalan di Jalan Pandanan-Candirejo serta pembangunan jalan di Desa Sambirejo dan jembatan Branjang Desa Ngawis Karangmojo,” tuturnya di Komplek Kepatihan, Selasa (08/06/2021).

Sugaib menyatakan pekerjaan pembangunan fisik di Bantul berupa pembangunan atau peningkatan beberapa jalan yang tidak bisa diwujudkan tahun lalu dan peningkatan jalan Dawung menuju Makam Imogiri yang juga tertentu. Selanjutnya pekerjaan pembangunan fisik di Sleman yaitu pembangunan Jalan Prambanan-Piyungan dan Jalan Gito Gati yang tertunda tahun lalu sehingga baru bisa dilaksanakan tahun ini.

” Untuk pekerjaan pembangunan fisik di Kulonprogo masih fokus pada akses ke Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) seperti Jalan Toyan serta pembangunan jalan bagian dari jalur Bedah Menoreh. Sementara di Kota Yogyakarta tidak ada pekerjaan fisik yang kita lakukan tahun ini. Total alokasi pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan sekitar Rp 170 miliar dari APBD,” tandasnya.

Selain itu, pihaknya juga terus erus berproses dalam pengadaan lahan untuk kebutuhan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) dari dua lajur menjadi empat lajur hingga saat ini. Alokasi anggaran Dana Keistimewaan (Danais) yang dibutuhkan sekitar Rp 484 miliar untuk pembebasan lahan JJLS segmen Garongan-Congot di Kulonprogo dari dua lajur menjadi empat lajur sepanjang 12 Kilometer (Km) pada 2021 ini.

“Dinas PUPESDM DIY memang bertugas untuk membebaskan kebutuhan tanah atau penyediaan lahan untuk JJLS dari dua lajur menjadi empat lajur. Sedangkan pembangunan konstruksi fisik JJLS-nya dilakukan Pemerintah Pusat dalam hal ini Satuan Kerja (Satker) Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional (P2JN) secara bertahap karena memang membutuhkan anggaran yang cukup besar,” ungkap Sugaib.

Dinas PUPESDM DIY sekaligus melanjutkan pembangunan konstruksi fisik jalan Tawangalang di Gunungkidul sepanjang 3,25 Kilometer (Km) bagian dari segmen Prambanan-Gayamharjo-Gading pada 2021. Kehadiran jalan alternatif trase Prambanan-Tawangalang tersebut digadang-gadang bakal berstatus jalan Nasional atau minimal jalan Provinsi karena menghubungkan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Prambanan, KSPN Karst Gunungkidul dan KSPN Pantai Selatan di Gunungkidul.

Sebagaimana diketahui bersama akses jalan ke Gunungkidul dari wilayah Yogyakarta hanya dari jalur Piyungan-Patuk dan apabila terjadi bencana alam seperti longsor atau kecelakaan maka dipastikan arus lalu lintas tersendat bahkan terhenti. Sehingga diperlukan jalur baru yaitu jalur Prambanan-Tawangalang tersebut sekaligus mendukung pengembangan KSPN Prambanan dan KSPN Karst Gunungkidul. (Ira)

BERITA REKOMENDASI