Dinkes DIY Koordinasi, Penyebaran Antraks Perlu Diwaspadai

YOGYA, KRJOGJA.com – Penanganan kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul tidak hanya menjadi tanggungjawab dari Dinas Kesehatan atau Dinas Pertanian DIY. Sebaliknya untuk mengantisipasi penyebaran antraks keterlibatan semua komponen termasuk masyarakat dan peternak mutlak diperlukan. Sinergitas itu dibutuhkan, karena  spora antraks tidak bisa mati begitu saja, tapi akan hidup lama jadi perlu diwaspadai. 

Baca Juga: Pria Ini Ereksi Selama Tiga Hari, Begini Akhirnya

"Sejumlah upaya terus dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY dan stakeholders terkait untuk mengantisipasi penyebaran antraks. Misalnya dengan tetap melakukan pemantauan epidemologi dua kali masa inkubasi atau sekitar 60 hari. Walaupun para pasien tersebut sudah diberi antibiotik. Dinas Kesehatan DIY berharap spora-spora yang ada ditanah tetap perlu diwaspadai,"kata Kepala Dinas Kesehatan DIY, drg Pembayun Setyaningastuti MKes saat dimintai tanggapan tentang kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul di Kompleks Kepatihan, Selasa (21/1/2020).

Pembayun mengatakan, penyebaran antraks perlu diwaspadai untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Terlebih berdasarkan data yang ada kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul, jika dibandingkan dengan kasus sebelumnya selisihnya tidak terlalu lama. Kondisi tersebut perlu perhatian serius dari pihak-pihak terkait. Semua itu perlu dilakukan supaya adanya kasus antraks yang terjadi di Gunungkidul tidak terulang lagi. Semua itu akan bisa diwujudkan apabila ada komitmen, dukungan dan keseriusan dari semua pihak. 

Baca Juga: Benarkah Disfungsi Ereksi Dipicu Stres?

"Penanganan kasus antraks ini harus dilakukan secara cermat dan hati-hati, supaya sporanya bisa ditanggani dengan baik dan tidak menyebar kemana-mana. Tentunya dalam mengatasi kasus antraks ini Dinas Kesehatan DIY tidak hanya bekerja sendiri, tapi bekerjasama dengan Dinas Pertanian. Karena untuk menanggani hewan ternak yang terkena antraks, kewenangannya lebih banyak ada di Dinas Pertanian," papar Pembayun. (Ria)

BERITA REKOMENDASI