Dirugikan Hoax Corona PKL Malioboro, Pemilik Toko ‘Nam Hien’ Klarifikasi

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Informasi tidak valid (hoax) tentang Covid-19 masih banyak beredar, terutama di media sosial dan dikonsumsi oleh masyarakat. Akibat berita hoax yang tersebar tersebut banyak pihak yang dirugikan secara materi maupun moral.

Salah satunya dirasakan Vivi Trisnawati, pemilik Toko Sepatu ‘Nam Hien’ Malioboro yang disebut dalam info pelacakan pertama (yang tidak valid) memiliki riwayat kontak erat dengan pedagang kaki lima (PKL) Malioboro yang meninggal setelah dinyatakan positif Covid-19. Dampak yang dirasakan Vivi sangat luar biasa, selain tokonya sepi, ia mendapat perlakuan tidak menyenangkan (diskriminatif).

Vivi pun meluruskan informasi hoax tersebut. Menurut Vivi yang sekaligus menjadi Ketua RT 35, RW 09 Kelurahan Sosromenduran, Gedongtengen Yogya, informasi pelacakan pertama yang tidak valid dan sudah tersebar itu tidak benar. Meskipun lokasi berjualan PKL berdekatan (di depan toko), Vivi dan ibunya sudah lama tidak berinteraksi/berhubungan dengan pedagang PKL yang meninggal itu.

“Pedagang PKL itu meninggalnya tidak di Malioboro dan sudah dua minggu lebih tidak berjualan, sehingga dipastikan saya dan ibu saya tidak ada kontak dengan almarhumah,” terang Vivi kepada wartawan di tokonya, Selasa (8/9/2020). Ia berharap kejadian tersebarnya informasi yang belum valid terkait kontak tracing tidak terulang kembali dan berharap penyampaian informasi harus satu pintu.

BERITA REKOMENDASI