Dirugikan Hoax Corona PKL Malioboro, Pemilik Toko ‘Nam Hien’ Klarifikasi

Editor: Agus Sigit

Kepala Puskesmas Gedongtengen Yogyakarta, dr Tri Kusumo Bawono SE yang mendampingi Vivi menyayangkan informasi pelacakan (kontak tracing) pertama yang belum terkonfimasi itu bocor dan tersebar di masyarakat. Terlebih lagi informasi pelacakan tersebut dibumbuhi dengan broadcast tidak bertanggungjawab yang seolah-olah memberi kesan Malioboro tidak aman dikunjungi karena ada PKL yang meninggal setelah terinfeksi Covid-19.

Untuk itu Tri Kusumo sebagai bagian dari Pemerintah Kota Yogyakarta, berkewajiban untuk meluruskan berita haox tersebut seraya mengedukasi masyarakat agar selalu bijak dalam menyikapi setiap berita yang diterima dengan berusaha melakukan cek dan ricek kebenarannya. Selain itu, pihaknya terus mengajak masyarakat untuk terus disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, rajin mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, menjaga jarak dan tidak berkerumun.

“Akibat berita hoax yang tersebar itu, Bu Vivi dan PKL lain mengalami dampak sosial yang cukup besar yaitu mendapat stigma negatif dan diskriminasi. Dengan adanya klarifikasi ini diharapakan suasana bisa kondusif. Kami memastikan bahwa Bu Vivi dan ibunya tidak pernah berhubungan dengan korban sehingga tidak termasuk dalam daftar kontak tracing,” pungkasnya. (Dev)

 

BERITA REKOMENDASI