Dirut Baru Sardjito Sebut Banyak Pasien Covid Meninggal Karena Kondisi Klinis

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Direktur Utama (Dirut) RSUP dr Sardjito yang baru, dr Eniarti tak menampik banyak pasien positif Covid yang meninggal dunia sejak beberapa waktu terakhir. Namun demikian, Eniarti menegaskan bahwa meninggalnya pasien murni karena kondisi klinis dan bukan disebabkan terlambatnya penanganan atau kehabisan oksigen seperti yang ramai diberitakan.

Kepada wartawan, Jumat (16/07/2021), Eniarti mengatakan Sardjito merupakan rujukan tersier yang memang merawat pasien dengan gejala berat hingga kondisi kritis. Penanganan menurut dia dilakukan dengan sebaik mungkin meski memang tidak sedikit pasien yang akhirnya meninggal dunia.

“Memang pasien yang datang ke tempat kita pasien kategori berat dan kritis di mana pemakaian oksigen cukup banyak dengan ventilator dan lain sebagainya. Tetapi mohon maaf apakah memang kematian disebabkan oleh kekurangan oksigen ini perlu adanya audit. Ada tim yang diberi amanah rumah sakit, komite medis sendiri. Di tiap rumah sakit yang benar-benar tak ada oksigen itu sebenarnya tidak pernah. Tersedia namun dengan jumlah yang sangat terbatas,” ungkapnya.

Eniarti menyampaikan kondisi banyaknya kematian pasien positif Covid tak terjadi di Sardjito saja namun di rumah sakit lain secara nasional. Eniarti menegaskan, kondisi di Sardjito sebagai rujukan dan pilihan utama pasien yang perlu dirawat pun menjadi titik berat mengapa banyak pasien yang akhirnya meninggal dunia di rumah sakit.

“Kami sudah melakukan konversi 70 persen bed untuk perawatan pasien Covid yakni 533 dari 761. Bed kritikal juga 148 dari 533 itu. Namun memang untuk occupancynya 80-85 persen bahkan 100 persen untuk intensif carenya. Kami berharap juga agar rumah sakit lainnya bisa mengkonversi bed untuk pasien Covid, dari sebelumnya 25 persen menjadi 40-50 persen,” tandas dia.

Sebelumnya diketahui, tak sedikit keluarga pasien yang menanyakan perihal tingginya kasus kematian pada 3-4 Juli lalu ketika bertepatan dengan habisnya oksigen sentral di Sardjito. Tak hanya itu, tercatat pula adanya warga asal Bangunjiwo Kasihan Bantul yang meninggal dunia di kursi tunggu IGD sebelum sempat mendapatkan penanganan intensif dari rumah sakit. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI