Disbud DIY Komitmen Kembangkan Museum

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Kendati alokasi dana keistimewaan untuk pengembangan sarana prasarana museum tidak seperti sebelumnya, karena adanya aturan tentang mekanisme dana hibah, namun Dinas Kebudayaan DIY sebagai representasi pemerintah daerah tetap berkomitmen berusaha hadir di tengah upaya pengembangan museum.

“Banyak variasi yang masih bisa dikontribusikan untuk memajukan dan mengembangkan museum di Yogyakarta,” tutur Kepala Bidang Pemeliharaan dan Pengembangan Sejarah, Bahasa Sastra dan Permuseuman Dinas Kebudayaan DIY Rully Andriadi.

Menurut Rully, memang tidak semua museum berada di bawah kewenangan Dinas Kebudayaan DIY dalam pengelolaannya. Hanya saja paling tidak mereka sudah berada di bawah naungan Barahmus DIY yang diharapkan mampu mengakomodir keinginan agar museum makin berkembang dan maju.

Fasilitasi yang dapat dilakukan Disbud DIY menurut Rully seperti halnya pengadaan edukator museum. Kehadiran edukator ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan museum. Selain itu juga tetap konsisten dengan program Wajib Kunjung Museum (WKM) yang memiliki dampak positif bagi pengenalan museum untuk generasi muda.

“Kami juga sediakan layanan registrasi museum. Jika museum membutuhkan, kami dapat menugaskan petugas register untuk melakukan registrasi koleksi. Upaya ini sebenarnya sangat penting berkaitan dengan pengelolaan koleksi dari museum itu sendiri,” sebut Rully.

Apalagi tambahnya, tantangan yang dihadapi dunia permuseuman saat ini terkait dengan upaya mendekatkan koleksi pada masyarakat. Berbagai macam cara yang dapat dilakukan melalui serangkaian teknik promosi. “Harapannya museum itu mampu berdaya dan mandiri,” ungkap Rully.

Sementara Ketua Barahmus DIY Ki Bambang Widodo menjelaskan saat ini ada 38 museum yang terdaftar menjadi anggota. Dari jumlah tersebut kondisinya secara umum terbagi dalam tiga klasifikasi, yakni sangat baik, baik dan cukup baik.

“Kami berjuang dan berusaha mewujudkan museum yang baik bagi masyarakat. Tapi juga memperjuangkan agar museum mampu berkembang . Hanya saja saat ini masih ada sekitar 50 persen museum yang memenuhi persyaratan PP 66 tahun 2015. Itu tantangan yang harus kami selesaikan,” tegas Ki Bambang. (Feb)

BERITA REKOMENDASI