Disbud DIY Ulas Peran ‘Wong Cilik’ di Serangan Umum 1 Maret 1949

“Peristiwa besar tak akan berhasil bila tidak didukung peristiwa-peristiwa kecil di dalamnya. Kami ingin membagi narasi itu,” imbuhnya.

Setidaknya, sebanyak 80 komunitas sejarah di Yogyakarta mengikuti acara Jambore dan Outing Serangan Umum 1 Maret 1949 bertajuk Patriot Bangsa Merebut Ibu Kota.

Beberapa tema menarik dihadirkan mulai dari peran dapur umum bagi perjuangan, perjuangan diplomasi pasca Serangan Umum 1 Maret 1949, perjuangan dr Sardjito, dan kondisi Yogyakarta pasca Serangan Umum 1 Maret 1949.”80 peserta harapannya bis membagi cerita ini, disampaikan keluarga dan masyarakat,” imbuhnya.

Rully juga mengatakan kegiatan selain bertujuan memerkokoh Nasionalisme dan sebagai rangkaian peringatan 1 Maret 1949, namun juga merupakan salah satu bagian dari upaya mensosialisasikan peristiwa kepada masyarakat untuk dijadikan sebagai hari besar Nasional.

Sebelumnya, ide menjadikan Serangan Umum sebagai hari besar nasional diutarakan oleh Gubernur DIY, Sri Sultan HB X kepada Presiden Joko Widodo pada 31 Oktober 2018 lalu. Mendapat lampu hijau dari Presiden, naskah akademik sudah dibuat dan dikirimkan ke Sekretariat Negara pada Februari 2019.

“Dari Sekretariat negara mendisposisi surat tersebut ke kememterian Dalam negeri sekaligus menujuk sebagai pemrakarsa. Dengan demikian kita dari Pemda DIY menunggu aksi berikutnya seperti apa. Koordinasi kita lakukan terus agar proses pengusulan berlanjut,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI