Disbud DIY Ulas Peran ‘Wong Cilik’ di Serangan Umum 1 Maret 1949

Sementara, salah satu penggiat sejarah, Retna Astuti menceritakan perjuangan Ibu Ruswo yang terjun ke lapangan dalam perjuangan pergerakan nasional melalui berbagai organisasi wanita dan organisasi sosial.

Pada waktu Belanda mulai melancarkan serangan ke Yogyakarta, keadaan kota menjadi kacau sehingga rakyat bahu membahu melakukan perlawanan. Dalam melakukan serangan, para pejuang mendapat bantuan dari penduduk mulai dari pemberian keterangan tentang kedudukan Belanda, kurir, maupun dalam segi perbekalan makanan.

“Dapur umum pada periode 1945-1949 merupakan satu bagian dari kegiatan Badan Oeroesan Makanan (BOM) yang dipimpin oleh ibu Ruswo,” jelasnya.

Selain berada di dapur umum, ibu Ruswo dan suaminya juga aktif dalam pengumpulan informasi dan sebagai penghubung dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bergerilya.

“Beliau berdua sering menjadi kurir mengantar surat dengan bersepeda. Pernah mengantar surat dari Jendral Sudirman kepada Letkol Soeharto dan pernah membawa surat dari Letkol Soeharto kepada Sri Sultan HB IX. Surat-surat dibawa dengan dilipat dan dimasukkan dalam stang sepeda atau dibawah sadel demi keamanan sehingga aman dari pemeriksaan Belanda,” paparnya. (M-1).

BERITA REKOMENDASI