Disdikpora DIY Dukung Penerapan E-Raport

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY tidak mempersoalkan adanya rencana penerapan e-raport di sekolah. Selain sejumlah sekolah di DIY sudah mulai menerapkan, keberadaan e-raport juga memudahkan pekerjaan guru. Namun karena kondisi sekolah dan SDM guru yang cukup beragam, perlu disiapkan secara matang.

"Saya kira kalau untuk sekolah di DIY tidak ada masalah jika nantinya e-raport benar-benar diterapkan. Apalagi saat ini sudah ada beberapa sekolah yang menerapkan e-raport dan relatif tidak ada persoalan. Jadi yang perlu dipersiapkan justru lebih pada perangkat pendukung dan SDM guru. Memang untuk SDM antara sekolah satu dengan lainnya tidak sama, tapi saya kira tidak terlalu masalah," papar Kabid Perencanaan dan Penjaminan Mutu Disdikpora DIY, Didik Wardaya MPd.

Baca juga :

‘Radja Melawan Arus’, Cara Warga Brontokusuman Tarik Perhatian Turis Prawirotaman
Pemda Diminta Perbanyak Komunikasi dengan Masyarakat

Didik mengungkapkan, kemajuan teknologi informasi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk meningkatkan kualitas diri. Termasuk adanya kemajuan teknologi informasi dalam dunia pendidikan seperti e-raport.

Walaupun untuk mewujudkan hal itu tidak mudah dan membutuhkan proses, tapi dirinya optimis guru-guru DIY bisa melaksanakan dengan baik. Komentar senada diungkapkan oleh Kepala SMAN 8 Yogyakarta, Rudy Prakanto MEng.

Menurut Rudy, SMA Negeri 8 Yogyakarta sudah menerapkan e-raport sejak 3 tahun terakhir. Sehingga relatif sudah terbiasa dan tidak menemui kendala yang berarti. Untuk penerapannya di sekolah telah disiapkan, selain sarana prasarana internet yang memadai, juga dilakukan bimbingan teknis kepada semua guru sebagai pengguna utama dalam pengisian e raport tersebut.

"Beberapa kendala yang kami hadapi adalah sering berubah-ubahnya format e-raport dan rilis yang kadang kurang cepat dari Kemendikbud. Bila e-raport diterapkan secara menyeluruh ke sekolah, maka perlu disiapkan secara lebih lengkap. Baik dari sisi regulasi, juknis dan juga kesiapan para guru yang akan mengentri nilai ke sistem e-raport tersebut," terang Rudy.

Ditambahkan, apabila e-raport nantinya benar-benar diterapkan. dirinya berharap pemerintah bisa semakin menyempurnakan tata kelola e-raport. Jadi bukan hanya bersifat ujicoba tapi menjadi bagian yang terintegrasi dengan sistem yang lain misalnya SNMPTN maupun SBMPTN, sehingga semboyan satu data pendidikan betul-betul terwujud. (Ria)

BERITA REKOMENDASI