Dishub Belum Temukan Parkir Liar

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogya belum menemukan lokasi parkir liar selama libur akhir tahun. Namun demikian, pengawasan akan terus dilakukan hingga awal tahun 2020.

Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Yogya Imanudin Aziz, mengaku sejak awal pekan lalu pihaknya menerjunkan tim pemantau parkir. "Ada sejumlah titik yang kami awasi. Terutama yang menjadi kewenangan kami. Tapi belum ada temuan pelanggaran," jelasnya, Kamis (26/12).

Terkait dugaan tarif parkir di Tempat Khusus Parkir (TKP) Malioboro II yang nuthuk, menurut Aziz, menjadi kewenangan pihak UPT Malioboro dan Dinas Pariwisata. Hal itu juga sudah dikoordinasikan dengan pihak yang berwenang. Dugaan parkir nuthuk itu dialami oleh wisatawan dengan minibus Hiace. Dalam karcis tertulis Rp 10.000 namun dipungut Rp 35.000.

Aziz mengaku, pihaknya lebih fokus pada lokasi parkir di tepi jalan umum. Khusus di wilayah Malioboro, titik yang diawasi antara lain parkir Jalan Perwakilan, Jalan Suryatmajan dan kawasan sekitarnya. Ruas jalan lain yang menjadi pusat keramaian juga tak luput dari pengawasan seperti di Jalan Prof Yohanes dan Jalan Urip Sumoharjo. "Pedestrian baru di Jalan Jenderal Sudirman juga kami pantau supaya tidak ada parkir. Sempat kami temukan ada konsumen toko roti dan soto yang parkir di sana, namun langsung kami halau. Mungkin tempat parkir yang disediakan pemilik usaha penuh," imbuhnya.

Kepala Dishub Kota Yogya Agus Arif Nugroho, menambahkan pihaknya juga menemukan banyak lokasi parkir baru yang dikelola masyarakat. Hanya, tidak di tepi jalan umum melainkan persil atau halaman pribadi rumah warga. Meski dikelola secara mandiri di persilnya, namun penentuan tarif parkir tidak boleh
seenaknya.

Agus Arif mengimbau, pekarangan yang digunakan sebagai parkir insidentil bisa dilaporkan ke pemerintah. Hal ini agar bisa
mudah dipantau serta pembinaan agar tidak terjadi pelanggaran. "Mungkin ini berkah bagi warga, namun aturannya harus dipahami," tandasnya.

Dishub Kota Yogya justru meminta para pengemudi ojek online agar tidak parkir di sembarang tempat. Sejumlah lokasi larangan parkir seperti di selatan Stasiun Yogyakarta masih kerap ditemukan pelanggaran. Bersama petugas kepolisian dan Jogoboro, Dishub Kota Yogya kerap menghalau pengemudi ojek online yang berhenti di tempat larangan tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Malioboro Ekwanto, mengaku sudah melakukan klarifikasi ke pengelola TKPMalioboro II. Menurutnya, dugaan tarif parkir nuthuk tersebut merupakan ulah oknum yang tidak bertanggung jawab. "Mitra kami yang mengelola di sana ialah CV Mandiri Cemerlang. Sementara karcis yang digunakan pada waktu kejadian ialah berlogo Duta Mega. Pengelola di sana juga tidak
tahu sehingga sulit dilacak," jelasnya.

Namun demikian, jika kelak ditemukan pelanggaran mengenai tarif parkir, pihaknya akan memasukkan ke daftar hitam. Pengelola juga akan dikenai sanksi tegas sesuai aturan. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI