Dishub DIY Ajak Masyarakat Kembali ke Angkutan Umum

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DIY turut membantu mendukung Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI mensosialisasikan Gerakan Kembali ke Angkutan dengan mengembangkan angkutan umum berbasis bus. Sosialisasi gerakan tersebut dalam rangka mengurangi kemacetan, meningkatkan keselamatan lalu lintas dan meningkatkan semangat kembali ke angkutan massal.

Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan pihaknya mengajak semua kalangan masyarakat kembali menggunakan angkutan umum atau setidaknya mencobanya sebagai solusi penggunaan di luar angkutan pribadi. Angkutan umum inilah menjadi salah satu solusi terbaik kedepan guna menekan penggunaan angkutan pribadi yang jumlahnya meningkat drastis dan tidak sebanding dengan kapasitas atau daya tampung jalan di DIY yang sangat terbatas.

“Mobilitas kita itu berkelanjutan, ketika semuanya menggunakan angkutan pribadi akan kita rasakan menjadi tidak nyaman. Dengan angkutan umum, ini adalah salah satu solusi yang terbaik bagaimana kita kedepan lebih baik lagi. Jadilah mari sama-sama kita menggunakan angkutan umum untuk perkotaan, saya yakin semua bisa diakses dengan baik dan integrasinya cukup bagus dengan moda yang lain. Coba dan rasakan sendiri enak dan nyamannya naik angkutan umum,” tuturnya di Yogyakarta, Kamis (16/12/2021).

Made mengatakan perkembangan jalur angkutan umum berbasis bus seperti Trans Jogja dan Teman Bus yang mempunyai total 14 jalur. Perkotaan ada 14 jalur sudah dilengkapi dengan Trans Jogja 11 dan 3 jalur dengan Teman Bus. Selain itu, Yogyakarta sebagai yang dikenal sebagai kota wisata berharap dengan adanya bus seperti Teman Bus dapat membantu mobilitas wisatawan ke destinasi-destinasi wisata Yogyakarta. “Semoga Teman Bus menjadi bagian dari kita untuk pelayanan tempat-tempat destinasi wisata. Kita tahu, Yogyakarta menjadi andalan kota pendidikan dan kota wisata,” imbuhnya.

Sementara Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Suharto mengaku optimis dengan adanya sistem Buy The Service (BTS) dapat mempermudah masyarakat menggunakan angkutan umum. Upaya ini sebagai wujud mengintervensi pengembangan angkutan umum perkotaan Indonesia sehingga menuntun terobosan yang inovatif, responsif terhadap bus selama ini. Dengan BTS yang meliputi sistem operasional, sistem pemeliharaan, sistem pengelolaan keuangan, dan sistem Sumber Daya Manusia (SDM) yang diukur secara real-time.

“Adanya Teman Bus yang menyediakan pembayaran berbasis non tunai untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan serta kenyamanan mobilisasi dengan fasilitas seperti CCTV, sensor alarm pengemudi dan kapasitas penumpang 40. Tentunya selalu mengikuti protokol kesehatan sebagai upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi penumpang,” pungkasnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI