Dishub DIY Tingkatkan Pengawasan dan Antisipasi Angkutan Liar

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY melalui Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mendukung upaya penyekatan jalan guna menindaklanjuti kebijakan Pemerintah pusat perihal larangan mudik lebaran 2021. Disamping penyekatan jalan, pihaknya melakukan pengawasan atau monitoring arus lalu lintas kendaraan di dalam DIY sekaligus mengantisipasi munculnya angkutan liar atau ilegal berpelat hitam dengan diberlakukannya kebijakan tersebut.

Kepala Dishub DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menyampaikan tidak hanya mensupport penyekatan jalan, pihaknya melakukan pemantauan atau monitoring angkutan terkait dengan volume arus lintas yang masuk ke DIY, maupun trafik-trafik yang ada di dalam karena mobilisasi tetap ada. Sehingga menjadi ketugasan Dishub DIY untuk melakukan pengawasan baik bersifat pos maupun patroli di titik-titik posko yang telah ditentukan maupun melalui sejumlah loKasi angkutan publik contohnya bandara, stasiun kereta api dan terminal.

“Kami sudah berkoordinasi dan berkolaborasi dengan instansi terkait, seperti upaya penyehatan jalan yang dikoordinatori Polda DIY karena pemberhentian kendaraan merupakan kewenangan pihak kepolisian. Kami sifatnya support dan substitusi dalam upaya penyekatan jalan tersebut di 11 titik yang telah ditentukan sebelumnya,” tuturnya di Komplek Kepatihan, Kamis (29/04/2021).

Made mengatakan penyekatan jalan sebagai tindak lanjut kebijakan larangan mudik tersebut antara lain dilakukan di titik-titik perbatasan DIY seperti Prambanan, Tempel, Temon hingga di Gunungkidul. Selain itu, penyekatan jalan dilakukan di titik-titik yang sudah ditentukan seperti di Ambarketawang Wates, Denggung, Piyungan dan sebagainya.

Pihaknya pun telah mengidentifikasi jalan-jalan alternatif contohnya dari arah Barat di Temon terdapat jalan Daendels yang rencananya akan ditutup bekerjasama dengan Dishub Kabupaten/Kota setempat. Setidaknya 570 personil akan diterjunkan dalam kegiatan penyekatan jalan tersebut selama 24 jam yang dibagi menjadi tiga shift.

“Sesuai arahan pusat, penyekatan jalan ini dilakukan skrining berlapis bekerjasama dengan wilayah yang saling berbatasan dengan DIY seperti Jawa Tengah (Jateng) dan Jawa Timur (Jatim). Jadi kita konsentrasinya adalah arus kendaraan yang masuk ke DIY, baik angkutan orang maupun angkutan barang akan kita awasi semuanya. Karena DIY masuk wilayah aglomerasi maka mudik lokal antar kabupaten/kota diperbolehkan,” ujarnya.

Plt Kepala Biro SDA dan Perekonomian Setda DIY ini memastikan penyekatan jalan tersebut benar-benar berlapis, jika ada pelaku perjalanan yang lolos dari penyekatan tersebut maka lingkup desa bisa menerapkan isolasi mandiri selama lima hari. Pihaknya mengharapkan masyarakat bisa memahami kebijakan larangan mudik tersebut karena tingkat kasus positif virus Korona di DIY sendiri juga masih tergolong tinggi di kisaran 100 hingga 300-an kasus Covid-19 setiap harinya.

“Kita juga harus membagi konsentrasi antara penyekatan dengan pengawasan arus lalu lintas di dalam DIY sendiri, seperti munculnya kemacetan di kawasan rawan kecelakan atau di destinasi wisata sehingga harus ada petugas yang disiapkan. Kami minta masyarakat benar-benar paham dan sabar, karena kita butuh kesadaran bersama” imbuh Made.

Dishub DIY juga menyiapkan antisipasi potensi munculnya angkutan liar atau ilegal berpelat hitam dengan diberlakukannya kebijakan tersebut. Terdapat sanksi tegas jika ditemukan adanya pelanggaran saat adanya larangan mudik lebaran, termasuk dengan potensi angkutan gelap. Petugas dapat melihat cara kendaraan dalam mengangkut barang dengan jelas. Kasus itu sempat terungkap di beberapa daerah, namun hal itu tidak terjadi di DIY.

“Masyarakat kalau sudah nekat ya nekat saja. Kita tidak mungkin membongkar semua angkutan barang. Misal ada angkutan yang tidak wajar, akan terlihat,” pungkas Made. (Ira)

BERITA REKOMENDASI