Disiapkan Rekayasa Lalulintas dan Jalur Alternatif

YOGYA, KRJOGJA.com – Kemacetan lalulintas selalu menjadi persoalan yang membutuhkan penanganan serius pada masa libur panjang, termasuk libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) kali ini. Untuk mengantisipasi hal itu, Pemda DIY bersama pihak terkait sudah menyiapkan beberapa strategi, mulai dari rekayasa lalulintas, menyiapkan kantong parkir, membuka jalur-jalur alternatif, hingga pendirian Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru.

"Kesiapan DIY sudah bagus, baik dari sisi jalan, angkutan, pengamanan maupun pengaturan lalulintas untuk mengantisipasi kemacetan. Sebenarnya DIY sudah menyiapkan 35 tempat parkir, tapi terkadang pengunjung (wisatawan) tidak mau memanfaatkan fasilitas itu karena berbagai alasan," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X usai memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) DIY di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (20/12).

Sultan mengungkapkan, setiap musim liburan bus-bus besar selalu memenuhi ruas-ruas jalan di Yogyakarta. Kendati demikian adanya wacana agar bus-bus besar tidak boleh masuk ke kota belum bisa diterapkan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Rahardjo menyampaikan, penerapan rekayasa lalulintas di kawasan Malioboro hampir sama dengan tahun-tahun lalu, terutama pada saat pergantian tahun. Kendaraan bermotor tidak boleh memasuki Malioboro pada saat menjelang malam pergantian tahun sehingga akan diterapkan rekayasa lalulintas buka tutup secara berkala, berkoordinasi
dengan Dishub Kota Yogya maupun Kepolisian.

Sigit menuturkan, kesiapan rencana Operasi Angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di DIY yaitu membuka 8 Posko Monitoring Lalulintas dan 7 Posko Monitoring Penumpang mulai 22 Desember 2018 hingga 2 Januari 2019. Dishub DIY menyiapkan 564 personel dan 83 unit Area Traffic Control System (ATSC) dibantu Dishub Kota Yogya dan Dishub Sleman untuk pengaturan traffic light atau Alat Pemberi Isyarat Lalulintas (APILL). (Ria/Ira/Awh)

BERITA REKOMENDASI