Diskominfo DIY Akselerasi Pembangunan Jaringan Fiber Optik

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) DIY telah menghadirkan jaringan fiber optik sepanjang 600 Kilometer (Km) yang terbentang dari ujung Barat Kulonprogo hingga ujung Timur Gunungkidul dan dari ujung Utara Sleman sampai ujung Selatan Bantul. Namun, Diskominfo DIY masih mempunyai ‘PR’ menyelesaikan pembangunan jaringan fiber optik sepanjang 300 Km agar seluruh wilayah di DIY bebas dari blank spot yang ditargetkan dapat terwujud paling lambat pada 2022 mendatang.

Kepala Diskominfo DIY Rony Primanto Hari mengatakan pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai akselerator pembangunan daerah akan dapat terwujud dengan baik apabila fasilitas infrastruktur TIK tersedia dengan baik. Untuk itu, Pemda DIY secara mandiri telah membangun broadband infrastruktur jaringan intranet/internet dan media informasi digital sampai dengan 2021 ini.

“Kami telah menghadirkan jaringan fiber optik sepanjang 600 Km di seluruh wilayah DIY yang tidak komersial, terutama hampir seluruh desa di DIY sudah terhubung dengan jaringan internet. Kami masih harus menyelesaikan pembangunan jaringan fiber optik kurang lebih 300 Km agar SMA/SMK dapat menikmati fasilitas bandwith, mudah-mudahan bisa dilaksanakan dan selesaikan 2022 mendatang agar tidak ada blank spot di DIY,” katanya kepada KRJOGJA.com di Yogyakarta, Senin (14/06/2021).

Rony menyatakan berdasarkan hasil inventarisasi dari Diskominfo di Kabupaten/Kota yang ada di DIY, masih ada setidaknya 150 titik blank spot dengan radius 200 hingga 500 meter. Blank spot area tersebut biasanya terdapat di remote area yang secara komersial tidak menarik bagi investor semisal di lereng Gunung Merapi, pegunungan Menoreh, pegunungan Seribu dan paling banyak di kawasan pantai Selatan.

“Jika ada yang berwisata di pantai Selatan yang masih alami dan asli biasanya itu blank spot. Kami sudah mengusulkan pada program Kementerian Komunikasi dan informatika (Kominfo) tahun ini, tetapi seandainya belum selesai diharapkan seluruh wilayah DIY sudah bebas dari blank spot pada tidak pada 2022 mendatang. Kita akselerasi dengan adanya pandemi Covid-19 ini,” tuturnya.

Diskominfo DIY telah memberikan bandwith gratis kepada l438 titik desa yang ada di wilayah DIY dengan menggunakan alokasi Dana Keistimewaan (Danais). Pihaknya telah menyediakan kurang lebih 150 titik wifi gratis yang tersebar di beberapa pusat-pusat kegiatan masyarakat maupun obyek-obyek wisata. Selain itu menyediakan broadband intranet di 144 titik OPD/UPTD, 57 titik free wifi bagi publik, 71 titik free wifi bagi UMKM, 118 titik bagi SMA/SMK, 23 titik CCTV panoramic dan surveillance, 2 titik videotron, Integrated Development Media Center (IDMC) dan Jogja Center serta Jogja Istimewa Televisi (JITV).

“Kita menyediakan fasilitas wifi gratis di beberapa sentra UMKM agar bisa go digital. Pelaku UMKM ini bisa memanfaatkan TIK ini guna mengembangkan usahanya baik pemasaran maupun pengelola. Adapun langganan bandwidth secara keseluruhan di tahun 2021 ini sebesar 12,3 GB, terdiri dari 7,3 GB untuk kebutuhan akses internal OPD/UPTD Pemda DIY, desa-desa se DIY, wifi publik serta wifi UMKM dan 5 GB untuk sekolah SMA/SMK se DIY pada 2021 ini,” imbuh Rony. (Ira)

BERITA REKOMENDASI