Diskresi Kemenparekraf Perlu Libatkan Kabupaten Lain

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemberian diskresi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) untuk Kota Yogya tidak bisa dijalankan sendiri. Kota Yogya perlu melibatkan kabupaten lain di DIY karena menjadi wilayah aglomerasi.

Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, menjelaskan diskresi tersebut ialah diperbolehkannya anak usia di bawah 12 tahun untuk masuk destinasi wisata. Sebelumnya, usia anak baru diperbolehkan masuk ke pusat perbelanjaan dengan pengawasan orangtua. “Kita belum bisa melakukan diskresi kalau hanya kota saja,” tandasnya, Minggu (17/10/2021).

Oleh karena itu, kebijakan tersebut harus diberlakukan bersama-sama di tingkat DIY dengan melibatkan kabupaten lain. Saat ini pun baru tujuh destinasi wisata di DIY yang sudah diperbolehkan buka dan satu di antaranya berada di Kota Yogya.

Heroe menyebut, keseragaman aturan harus dijalankan bersama-sama sehingga tidak bisa sendiri. Hal ini karena kecenderungan wisatawan tidak hanya mengunjungi satu destinasi melainkan berpindah-pindah. Sehingga jika antar daerah dalam satu kawasan aglomerasi memiliki aturan yang berbeda bisa menimbulkan persoalan.

“Kalau memang dibutuhkan semacam peraturan walikota, bisa kita siapkan. Sekarang saja kita masih sibuk bagaimana mengatur kendaraan bus pariwisata yang masuk ke Yogya agar bisa satu pintu. Harapannya daerah lain juga begitu,” urainya.

Kendati demikian, hal terpenting saat ini ialah kesiapan dari masing-masing destinasi wisata di Kota Yogya maupun daerah lain dalam menyambut wisatawan. Terutama kesiapan infrastruktur berupa sertifikat CHSE dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta QR Code yang terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi yang diakses ke Kementerian Kesehatan.

Menurut Heroe, pihaknya selalu mendorong agar seluruh destinasi wisata mendapatkan sertifikat CHSE dan akses PeduliLindungi. Tanpa dua aspek tersebut maka destinasi wisata belum akan diizinkan beroperasi dan menerima kunjungan wisatawan. “Meski anak usia di bawah 12 tahun sudah bisa masuk destinasi namun destinasi itu belum bisa memenuhi syarat untuk buka, kan juga sulit,” katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogya Wahyu Hendratmoko menjelaskan saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memberikan kesempatan secara gratis bagi destinasi wisata untuk mengakses sertifikat CHSE. Prosedur pengajuan sebenarnya cukup mudah.

Pihak pengelola melakukan asessment secara pribadi kemudian melengkapi dokumen dan diunggah atau diajukan. Selanjutnya ada lembaga verifikasi yang ditunjuk untuk datang melakukan verifikasi. Jika sudah sesuai 100 persen maka hasil verifikasi diajukan ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk diterbitkan sertifikat.

“Banyak destinasi wisata yang sudah dapat sertifikat namun ada pula yang masih proses. Bahkan ada yang sudah lulus namun sertifikat belum terbit,” urainya.

Sertifikat CHSE yang diperoleh tersebut selanjutnya diajukan ke Kementerian Kesehatan untuk mendapatkan QR Code aplikasi PeduliLindungi. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI