Dispar DIY Matangkan Skema Travel Corridor

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Roda aktivitas industri pariwisata harus tetap berjalan dan terus bergerak karena mampu menjadi daya ungkit yang luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi di DIY pada 2021. Dinas Pariwisata (Dispar) DIY tengah menggodok ‘travel corridor’ bekerjasama dengan daerah lainnya baik di Jawa-Bali maupun di luar Jawa sebagai upaya menumbuhkan ekosistem pariwisata di DIY.

“Kita harus jalan karena roda aktivitas pariwisata akan mampu mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dan daya ungkit luar biasa. Jadi walaupun sedikit-sedikit, semua pelaku industri pariwisata baik hotel, restoran, transportasi dan sebagainya harus jalan,” ujar Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo di Yogyakarta, Kamis (25/02/2021).

Singgih menegaskan meskipun aktivitas pariwisata sudah mulai digerakkan, namun harus tetap diberikan jaminan sebagai upaya meminimalisir resiko penularan virus Korona dengan melaksanakan protokol kesehatan dengan ketat dan disiplin. Selain harus terverifikasi protokol kesehatan yang ketat, sarana prasarana pendukung tetap harus disiapkan dan harus mengantongi Cleanliness, Health, Safety and Environment (CHSE).

“Kita sedang menggodok travel koridor dengan syarat-syarat khusus saat ini. DIY dengan beberapa daerah baik di Jawa maupun di luar Jawa telah mempunyai kesepakatan bersama akan bekerja sama saling mengirimkan wisatawan dengan syarat-syarat yang sangat ketat,” tandasnya.

Upaya tersebut, menurut Singgih dapat menggerakan industri pariwisata di DIY ditambah syarat surat kesehatan negatif Covid-19 bagi pelaku perjalanan dan betul-betul dipantau 24 jam. Kemudian destinasi wisata yang dikunjungi juga dipilih yang ketat protokol kesehatan dan akomodasi maupun transportasi yang mengantongi sertifikasi CHSE alias protokol kesehatannya ketat.

“Hal ini setidaknya bisa memberikan angin segar bagi masyarakat yang sudah ingin jalan-jalan tetapi ingin wisata sehat. Kita sedang bahas dan kita punya kerjasama Mitra Praja Utama (MPU) Jawa Bali serta gandeng provinsi di luar Jawa,” pungkas Singgih. (Ira)

BERITA REKOMENDASI