Dispar DIY Siapkan Skema Kepariwisataan Situasional

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY mengakui sosialisasi sekaligus kampanye DIY aman dikunjungi wisatawan tersebut bersifat situasional atau menyesuaikan dengan kondisi kasus virus korona di DIY saat itu. Pihaknya menekankan akan membuat skema langkah atau upaya-upaya terkait sektor pariwisataan di DIY mengacu pada kondisi terkini atau update kasus wabah virus korona tersebut.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo menegaskan sosialisasi dan kampanye DIY aman dikunjungi bagi wisatawan dilakukan sesuai dan momentumnya pas dengan kondisi saat itu. Namun dengan adanya perkembangan kasus virus korana saat ini, pihaknya akan menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

“Kami lebih mengedepankan upaya mengajak menjadi wisatawan cerdas dan destinasi wisata cerdas saat ini. Hal ini guna menyikapi bagi wisatawan yang sudah ada di DIY, bagi yang belum silahkan dipertimbangkan sesuai faktor keamanan dan kenyaman masing-masing,” ujar Singgih saat dimintai keterangan KRJOGJA.com, Sabtu (14/03/2020).

Singgih menjelaskan wisatawan cerdas maksudnya menjaga kebersihan diri sendiri sesuai dengan anjuran dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Diantaranya cuci tangan, jika batuk maka ditutup menggunakan lengan bagian dalam dan gunakan masker, mengurangi kontak fisik dengan orang lain seperti berjabat tangan dan mencium pipi tanpa harus menyinggung perasaan.

“Upaya menjadi wisatawan cerdas atau smart traveller, di destinasi wisata dengan menjaga kebersihan destinasi sesuai etika wisatawan itu sendiri seperti membuang tisu di tempat sampah. Ditambah selalu mengupdate infomasi perkembangan kasus virus korana tersebut yang disampaikan pemerintah melalui berbagai media massa dan media sosial,” tambahnya.

Selanjutnya terkait destinasi wisata cerdas, Singgih menjelaskan diminta meningkatkan kewaspadaan baik cara penyambutan wisatawan sesuai dengan standar yang dikeluarkan Kemenkes. Yang paling baru saat ini, bagi pihak penyelenggara kegiatan atau event besar yang menjadi titik temu wisatawan atau masyarakat alias melibatkan orang banyak diminta ditunda sementara waktu.

BERITA REKOMENDASI