Dispar DIY Terjunkan Tim Pemantau Prokes

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Tim khusus Dinas Pariwisata (Dispar) DIY diterjunkan guna memantau penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di destinasi wisata, hotel, restoran maupun tempat kuliner di DIY pada masa liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru). Upaya tersebut dalam rangka menindaklanjuti arahan Gubernur DIY untuk tetap memantau penerapan protokol kesehatan pada industri Pariwisata DIY.

Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim untuk ikut melakukan pemantauan atau monitoring di semua seksi seperti destinasi wisata, hotel dan restoran, tempat kuliner dan sebagainya sejak 26 Desember 2020 hingga 1 Januari 2020. Pemantauan industri pariwisata DIY tersebut dilakukan pada 4 Kabupaten yaitu Bantul, Kuloprogo, Gunungkidul dan Sleman serta Kota Yogyakarta.

“Pemantaun kami lakukan pada semua seksi seperti destinasi wisata, hotel, restoran dan sebagainya yang tersebar di kabupaten/kota se-DIY. Seperti pemantuan di Pantai Glagah dan Sungai Mudal Kulonprogo, Puncak Sosok dan Pantai Parangtritis Bantul, Pantai Baron dan Pantai Mesra Gunungkidul serta masih banyak obyek pemantuan lainnya,” tutur Singgih kepada KRJOGJA.com, Kamis (31/12/2020).

Singgih menegaskam hasil pemantauan yang telah dilakukan oleh tim Dispar DIY secara umum terdapat penurunan kunjungan di destinasi selama pandemi pada musim liburan Nataru ini. Disamping itu, para pengelola telah menerapkan protokol kesehatan di semua titik destinasi yang telah dilakukan monitoring.

“Sayangnya penerapan reservasi dan pembayaran secara online belum diterapkan secara keseluruhan di destinasi yang dilakukan pemantauan dikarenakan kendala koneksi internet. Sehingga aplikasi Visting Jogja belum secara optimal dimanfaatkan saat ini,” tandasnya.

Wisatawan asal Jawa Barat Mesara mengaku sangat terkesan dengan keindahan destinasi wisata di DIY khususnya pantai. Terlebih dengan penataan dan landscape Pantai Mesra yang tertata dengan indah dan bagus, bersih dan rapi.

“Warung kuliner tertata rapi dan melibatkan masyarakat setempat dalam pemanfaatannya. Namun masih perlu tambahan homestay untuk mengakomodir wisatawan yang akan menginap di sekitar destinasi pantai Gunungkidul,” tambahnya. (Ira)

BERITA REKOMENDASI