Dispar Gandeng BPPD dan GIPI Teken PKS

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus berkomitmen dan berupaya mewujudkan pelayanan publik yang efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Disamping komitmen internal, pihaknya menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIY dan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) DIY dalam pengembangan pemasaran pariwisata DIY di masa pandemi Covid-19.

Komitmen Dispar DIY ini diwujudkan dalam penandatanganan pakta integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dipimpin Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo disaksikan Ketua BPPD DIY GKR Bendara dan Ketua GIPI DIY Bobby Ardito yang diikuti jajaran pegawai dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di Aula Dispar DIY, Jumat (25/06/2021). Selanjutnya dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) Dispar DIY dengan BPPD DIY dan GIPI DIY dalam pengembangan pemasaran pariwisata.

“Penandatangan Pakta Integritas ini merupakan acuan bagi dalam hal memberikan pelayanan yang semaksimal mungkin kepada masyarakat. Pelaksanaan reformasi birokrasi pada seluruh instansi pemerintah diselenggarakan demi terciptanya pemerintahan yang baik,” ujar Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo di Yogyakarta, Sabtu (26/06/2021).

Singgih menyampaikan tiga indikator utamanya yakni peningkatan kapasitas dan akuntabilitas organisasi, pemerintah yang bersih dan bebas KKN, serta peningkatan pelayanan publik. Dalam rangka percepatan pencapaian indikator utama tersebut ditempuh melalui upaya pembangunan Zona Integritas.

“Saya mewakili BPPD DIY ikut serta dalam penandatangan pakta integritas dan PKS ini untuk terus bersinergi mendukung pulihnya sektor pariwisata di DIY. Kami bersama-sama dengan sekuat daya upaya mengembangkan pemasaran atau promosi pariwisata DIY dalam era pemulihan pandemi Covid-19,” imbuh Bendara.

Bendara menuturkan kebijakan pengetatan khususnya bagi pelaku perjalanan maupun wisatawan, ternyata tidak mengecilkan hati para pelaku industri pariwisata di DIY untuk bangkit dan bergerak. Pelaku industri pariwisata di DIY diharapkan berkolaborasi dan berkreasi untuk menciptakan paket-paket wisata baru yang berkualitas sesuai protokol kesehatan, khususnya wisata budaya yang menjadi ciri khas utama DIY.

“Tidak masalah, kita terus menyemangati pelaku pariwisata di DIY berkolaborasi membuat paket-paket wisata khusus dan sehat. Tetapi jangan sampai terjadi kerumunan yang luar biasa dan tetap menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan ketat,” pungkas putri bungsu Raja Kraton Yogyakarta tersebut. (Ira)

BERITA REKOMENDASI