Disperindag DIY Kembali Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pemda DIY melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY kembali menggelar operasi pasar (OP) minyak goreng sebanyak 24 ton dari pusat. OP yang akan dilaksanakan di setiap kabupaten/kota pekan depan diharapkan bisa menekan harga minyak goreng dipasaran setidaknya dikisaran harga Rp 14.000/liter.

“Kita bekerjasama dengan PT Astra Agro Lestari mendatangkan 24 ton minyak goreng ke DIY untuk operasi pasar. OP minyak goreng ini diadakan berdasarkan permintaan masing-masing kabupaten/kota dengan kuota yang berbeda-beda, paling banyak permintaan diajukan dari Sleman dan Kulonprogo,” tutur Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindag DIY Yanto Apriyanto disela-sela pelepasan pendistribusian minyak tanah di Kantor Disperindag DIY, Jumat (21/01/2022).

Yanto menyampaikan OP minyak goreng tersebut digelar tidak lain untuk menekan harga minyak goreng dipasaran. Seperti diketahui harga minyak goreng dipasaran, terutama di pasar rakyat atau tradisional masih bertahan tinggi. Harga minyak goreng berada di kisaran Rp 18.000 hingga Rp 19.000/liter sejak November 2021 sampai pekan ketiga Januari 2022.

“Kita sudah melaksanakan OP minyak goreng sebelumnya, tetapi kuotanya hanya sedikit 2,4 ton dan belum berdampak terhadap penurunan harga. Untuk itu, kami mengajukan permohonan tambah 24 ton minyak goreng lagi di DIY demi keterjangkauan harga bagi masyarakat,” paparnya.

Disperindag Kabupaten/Kota se-DIY lah yang akan melaksanakan OP minyak goreng tersebut pekan depan. Sasaran OP minyak goreng lebih difokuskan mendekatkan minyak goreng subsidi ini di wilayah-wilayah yang belum terjangkau dengan harga yang murah sebesar Rp 14.000/liter.

“Harga minyak goreng di pasaran memang masih mahal karena mereka menjual ketersediaan minyak yang kulakannya memang sudah mahal di kisaran Rp 19.000 sampai Rp 20.000/liter. Dengan adanya OP minyak goreng tersebut, maka masyarakat bisa mendapatkan harga yang murah,” tandas Yanto.

Menurutnya, meskipun pemerintah tengah menggelar OP minyak goreng di semua daerah ternyata tidak serta diikuti dengan tekanan penurunan harga. Penurunan harga minyak goreng supaya bisa terjangkau konsumen masih memerlukan waktu dan tengah masa transisi.

“Mudah-mudahan harga minyak goreng di seluruh daerah bisa ditekan dan sudah satu harga di angka Rp 14.000/liter dengan adanya OP tersebut. OP minyak goreng ini merupakan upaya pemerintah dalam menstabilkan harga seiring masih mahalnya harga minyak CPO dunia,” jelas Yanto.

Pemerintah Pusat sendiri telah menyediakan pasokan minyak goreng bersubsidi sebanyak 250 juta lier setiap bulannya yang didistribusikan sejak Januari sampai Juni 2022. Pihaknya juga tidak menutup kemungkinan mengajukan permintaan tambahan pasokan minyak goreng kepada pusat apabila dirasa masih sangat diperlukan.

“Jika harga minyak goreng belum kunjung turun, maka pemerintah tetap akan melakukan intervensi melalui OP minyak goreng. Kita tetap pastikan keterjangkaun harga bagi masyarakat. Setidaknya harga minyak goreng di toko retail atau berjejaring sudah mencapai Rp 14.000/liter. Kami berharap harga minyak goReng subsidi ni,bisa segera didistribusikan kepada konsumen,” imbuh Yanto. (Fir)

BERITA REKOMENDASI