Disperindag Intensifkan Pemantauan Harga Komoditas

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Disperindag DIY mengintensifkan monitoring atau pemantauan ketersediaan maupun harga komoditas bahan pangan di sejumlah pasar tradisional. Selain melakukan monitoring, juga tetap menjaga kelancaran distribusi dan efisiensi tata niaga khususnya dalam melakukan perdagangan antardaerah.

”Pertama kita harus menjaga ketersediaan komoditas bahan pangan di DIY, sebab masih ada beberapa bahan pangan yang tidak bisa diproduksi atau memenuhi 100 persen dari dalam DIY maupun dalam negeri. Sehingga membutuhkan perdagangan antar daerah baik mendatangkan komoditi bahan pangan dari daerah lain maupun negara lain untuk memenuhi ketersediaannya,” tutur Kepala Disperindag DIY Tri Saktiyana di kantornya.

Dikatakan, ketersediaan komoditas bahan pangan pokok, terutama beras di DIY bisa dikategorikan over supply atau melimpah di gudang-gudang Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre DIY, sehingga harga cenderung stabil atau tidak mengalami gejolak. Harga beras IR I Rp 10.500/kg, beras IR II Rp 9.200/kg, beras C4 Rp 10.200- /kg, beras IR 64 Rp 10.400, beras Menthik Wangi Susu Rp 12.300/kg, beras Raja Lele Rp 13.500/kg dan beras murah Rp 8.600/kg.

”Jika ditemui harga beras melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) baik untuk beras medium dan beras premium di pasaran, Bulog Divre DIY kapan pun siap men-support untuk menggelar operasi pasar. Bahkan, Bulog Divre DIY siap setiap hari atau kapan pun untuk melakukan operasi pasar beras,” tandasnya.

Menurut Tri Saktiya, ketersediaan komoditi bahan pangan lainnya di DIY juga mencukupi seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, daging ayam, telur ayam, bawang merah dan cabai. Karena ketercukupan ketersediaan tersebut, harga sejumlah komoditas bahan pangan tersebut relatif stabil.

”Harga gula pasir Rp 11.000/kg, minyak goreng tanpa merek Rp 10.000/liter, tepung terigu cakra kembar Rp 8.500/kg, daging sapi Rp 116.000 hingga Rp 121.000- /kg, daging ayam broiler Rp 30.000/kg, daging ayam kampung Rp 75.000/kg dan telur ayam negeri Rp 19.500- /kg. Harga cabai merah keriting Rp 20.700/kg, cabai merah besar Rp 21.000/kg, cabai rawit hijau Rp 23.300/kg, cabai rawit merah Rp 16.700/kg,” papar Tri Saktiyana.

Sedangkan harga bawang putih dan kacang kedelai cenderung berfluktuasi, bawang putih kating turun dari Rp 23.700 menjadi Rp 23.- 300/kg, bawang putih sinco naik dari Rp 18.000 menjadi 19.300/kg, kedelai impor Rp 9.100/kg dan kedelai lokal Rp 9.700/kg.

”DIY masih banyak mendatangkan kedelai impor untuk pembuatan tempe, tahu dan sebagainya, sebab ketersediaan kedelai lokal belum mampu mencukupi kebutuhan masyarakat,” kata Tri Saktiyana. (Ira)

BERITA REKOMENDASI