Distorsi Rasa Nasionalisme Dialami Kaum Milenial

YOGYA, KRJOGJA.com – Kehidupan bangsa Indonesia makin kokoh jika segenap komponen memahami dan melaksanakan empat pilar bernegara, Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI.

"Sosialisasi empat pilar sangat penting karena munculnya fenomena disintegrasi bangsa serta lunturnya nilai kebangsaan, terutama di kalangan generasi milenial yang menimbulkan distorsi rasa nasionalisme," ujar anggota DPD RI, Drs H Afnan Hadikusumo dalam Sosialisasi Empat Pilar Berbangsa dan Bernegara di Kantor PWM DIY Jalan Gedongkuning Yogyakarta, Minggu (3/2/2019).

Kegiatan ini merupakan kerja sama MPR RI dengan Pos Bantuan Hukum (Posbakum) Aisyiyah DIY. Selain Afnan Hadikusumo, menghadirkan pula narasumber Fathurrahman Kamal Lc (Ketua Majelis Tabligh PP Muhammadiyah) dengan moderator Dr Ane Permatasari (Majelis Hukum dan HAM PW Aisyiyah DIY).

Menurut Afnan, empat pilar tersebut dapat menjadi benteng pertahanan anak muda di tengah era globalisasi. Sebab, dengan berpegang teguh pada pilar-pilar tersebut dapat mengokohkan rasa nasionalisme.

Sementara itu, Fathurrahman Kamal mengatakan, Muhammadiyah sendiri memiliki gerakan pencerah, Darul Ahdi Wa Syahadah yang dapat diaplikasikan generasi milenial di tengah kehidupan. Darul Ahdi merupakan upaya bagaimana Muhammadiyah berkomitmen terhadap NKRI sebagai konsensus nasional yang sudah final. "Sedang Darul Syahada, bagaimana mengisi kemerdekaan dan membawa bangsa Indonesia menjadi negara maju, makmur dan adil bermartabat," ujarnya. 

Sedangkan Direktur Posbakum Aisyiyah DIY Puji Utami SH menuturkan, kegiatan ini bertujuan memperkaya wawasan kebangsaan kader Aisyiyah sebagai salah satu ujung tombak mendampingi generasi milenial.(Feb)

BERITA REKOMENDASI