Disuruh Belajar di Rumah, Banyak Pelajar Malah ‘Keluyuran’

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Razia atau penyisiran lokasi yang rentan dijadikan titik kumpul masyarakat masih terus digencarkan petugas Sat Pol PP Kota Yogya. Hampir setiap hari, masih ditemukan pelajar yang keluyuran pada jam pelajaran yang seharusnya dilakukan secara daring dari rumah.

Kepala Sat Pol PP Kota Yogya Agus Winarto, mengaku tempat yang kerap dijadikan titik kumpul ialah game online, warung serta tempat internet. “Setiap kali ada yang berkumpul, apalagi pelajar langsung kami halau untuk kembali ke rumah. Apalagi mereka yang pelajar ini justru keluyuran pada jam pelajaran,” jelasnya.

Tindakan yang dilakukan oleh Sat Pol PP hanya sebatas pembinaan atau imbauan. Terhadap pemilik tempat game online atau warnet, juga diimbau membatasi pengunjung guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

Agus berharap, masyarakat mampu mengikuti arahan dari pemerintah untuk tidak ke luar rumah kecuali hal mendesak. “Kami juga koordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait masih adanya pelajar yang nongkrong di luar rumah. Tapi jumlah temuannya semakin berkurang. Semoga para orangtua juga memberikan edukasi kepada anak-anaknya,” urainya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogya Budi Santoso Asrori, mengaku kebijakan belajar dari rumah secara daring masih berlaku hingga 31 Maret 2020. Selebihnya akan dievaluasi apakah akan diperpanjang atau tidak.

Menurutnya, masih ada beberapa kendala dalam sistem pembelajaran dari rumah. Terutama dalam hal penyampaian materi karena tiap sekolah memiliki metode yang berbeda. (Dhi)

BERITA REKOMENDASI