Ditjen Pajak Gandeng Pedagang Retail

Editor: Ivan Aditya

YOGYA, KRJOGJA.com – Pedagang retail dan merupakan Wajib Pajak (WP) yang biasa bertransaksi dengan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis asing di DIY, disarankan memanfaatkan dan bergabung dalam program Pengusaha Kena Pajak (PKP) 'Value Added Tax' atau VAT Refund for Tourists. Pemerintah memberikan insentif pajak tersebut guna mendorong meningkatnya jumlah kunjungan wisman maupun pengeluaran (spending) di Indonesia. Sehingga berapa pun Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang diklaim oleh turis akan dikembalikan.

"Kami menyampaikan kepada masyarakat khususnya kepada pengusaha retail di DIY, untuk memanfaatkan program VAT Refund ini. Insentif pajak bakal membantu program pemerintah, terutama di DIY meningkatkan penerimaan sektor pariwisata. Hal ini bisa menjadi wujud peran para pengusaha untuk menarik wisman berbelanja di DIY," kata Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak DIY Dionysius Lucas Hendrawan.

Baca juga :

Uji Coba Semi Pedestrian Malioboro Terus Dievaluasi
Peran Humas dalam Menyampaikan Informasi Publik

Kanwil Ditjen Pajak DIY mempersilakan para pengusaha atau pedagang retail bergabung dalam program VAT Refund. Insentif pajak khusus bagi turis ini paling tidak bisa memberikan dampak untuk meningkatkan omzet toko-toko retail tersebut.

"Program ini potensial untuk mendorong datangnya wisman ke DIY dan membelanjakan uangnya. Juga berpotensi meningkatkan omzet toko yang bergabung dalam program VAT Refund, semisal omzet toko di Bali yang bergabung VAT Refund bisa meningkat hingga 300 persen." tegasnya.

Menurut Lucas, hal itu merupakan realita atau potensi yang bisa ditangkap dan dimanfaatkan teman-teman pengusaha di DIY. Pihaknya juga dorong belanja atau pengeluaran (spending) turis untuk beli barang di Indonesia khususnya di DIY. Makin banyak PKPyang tergabung makin baik sekaligus menjadi bagian yang perlu didorong Pemda DIY.

"Bagi saya bukan hanya kita mengembalikan PPN-nya tetapi paling tidak bisa menghasilkan penerimaan atau pendapatan yang lain karena akan ada pajak penghasilannya yang dimungkinkan naik. Ini juga menjadi perhatian kami bahwa VAT Refund itu memang perlu digalakkan," tambahnya.

Sebelumnya, VAT Refund ini hanya bisa diklaim turis di bandara, sekarang sudah bisa dilakukan di toko-toko retail dengan tinggal menunjukkan paspor, faktur pembelanjaan lalu tinggal klaim tidak perlu lagi membayar PPN-nya sehingga lebih murah. Barang-barang atau produk-produk asal DIY yang sebenarnya banyak diminati turis-turis asing bisa lebih laku.

"Kami mendorong spending wisatawan untuk membeli barang-barang di Indonesia, khususnya di DIY. Maka semakin banyak para pengusaha tergabung dalam PKPVAT Refund ini, kami sangat bersyukur dan menjadi bagian yang perlu didorong Pemda DIY. Kita saling mendorong pariwisata maupun pengeluaran wisman naik seperti kerajinan perak dari Kotagede, batik Yogyakarta yang unik, kaos khas Yogya dan lain-lain. Semakin banyak pedagang retail di DIY yang masuk program ini, mereka akan diuntungkan. Hingga kini baru ada 6 toko retail di DIY yang bergabung dalam PKP VAT Refund ini, kami buka seluasluasnya bagi pengusaha yang ingin bergabung dan akan kita layani semua," ungkap Lucas. (Ira)

BERITA REKOMENDASI